Analisis optimalisasi pengangkutan bahan baku pucuk teh : kasus:afdeling Cikopo Selatan Perkebunan Gunung Mas PTPN VIII, Kabuapten Bogor
Abstract
Teh merupakan salah satu komoditas perkebunan unggulan Indonesia yang berorientasi ekspor. Pada lima tahun terakhir terjadi penurunan volume dan nilai ekspor serta tingkat produksi teh Indonesia, tetapi permintaan produk teh mengalami peningkatan. Hal ini menunjukkan bahwa produksi teh Indonesia kurang kompetitif.
Salah satu perusahaan teh Indonesia adalah PT. Perkebunan Nusantara VIII (PTPN VIII). Salah satu wilayah kerja PTPN VIII adalah Perkebunan Gunung Mas (PGM). Sejak tahun 2000 terjadi penurunan tingkat produksi yang diikuti dengan terjadinya peningkatan biaya produksi pada unit kebun. Hal ini mengindikasikan bahwa terdapat ketidakefisienan kegiatan produksi pada unit kebun.
Pengangkutan merupakan salah satu kegiatan di kebun yang tidak hanya berpengaruh terhadap biaya produksi kebun, namun juga berpengaruh langsung terhadap kualitas pucuk teh sebagai bahan baku untuk pengolahan di pabrik. Pengangkutan pucuk pada salah satu afdeling di PGM yaitu Cikopo Selatan sering terlambat tiba di pabrik yang mengakibatkan penurunan kualitas pucuk teh dan adanya penambahan jam kerja pabrik.
Adanya keterbatasan-keterbatasan dalam pengangkutan pucuk sebagai bahan baku menyebabkan dibutuhkannya pengaturan jadwal perjalanan pengangkutan yang optimal. Pengaturan jadwal perjalanan mengangkut pucuk teh secara optimal dari kebun ke pabrik merupakan upaya dalam mencapai tingkat efisiensi biaya pengangkutan dan mengurangi kerusakan pucuk yang berdampak pada penurunan kualitas teh kering yang dihasilkan.
Tujuan dari penelitian ini adalah mengkaji kegiatan produksi khususnya
pada aktivitas pengangkutan pucuk teh sebagai bahan baku yang selama ini
dilakukan oleh afdeling Cikopo Selatan, menganalisis pengaturan jadwal
perjalanan dan biaya angkut pucuk antar los dan antara los ke pabrik yang optimal
agar kualitas pucuk teh yang diangkut tidak rusak dan tepat waktu sampai di
pabrik dan menganalisis pengaruh perubahan jarak antar los, kapasitas kendaraan
pengangkut dan waktu pengangkutan terhadap jadwal dan biaya pengangkutan
optimal tanpa mengubah kondisi optimal. Pengumpulan data dilaksanakan pada bulan Juni dan Juli 2005. Data yang digunakan dalam penelitian ini adalah data primer dan data sekunder yang didapat melalui wawancara dan pengamatan langsung. Proses pengolahan data dilakukan dengan program integer (PI) sederhana yang merupakan salah satu variasi masalah yang dapat diselesaikan oleh teknik LP (Linear Programming).
Variabel keputusan dalam model ini adalah aktivitas pengangkutan pucuk teh antara satu los dengan los yang lain dan antara los dengan pabrik setiap harinya selama siklus pemetikan dengan fungsi tujuan yaitu meninimumkan biaya pengangkutan. Kendala dalam model linear programming pengangkutan bahan baku pucuk teh di Perkebunan Gunung Mas, afdeling Cikopo Selatan meliputi kendala kunjungan los yang hanya satu kali dilewati pada setiap kali ..dst
