View Item 
      •   IPB Repository
      • Dissertations and Theses
      • Undergraduate Theses
      • UT - Faculty of Agriculture
      • UT - Soil Science and Land Resources
      • View Item
      •   IPB Repository
      • Dissertations and Theses
      • Undergraduate Theses
      • UT - Faculty of Agriculture
      • UT - Soil Science and Land Resources
      • View Item
      JavaScript is disabled for your browser. Some features of this site may not work without it.

      Rantau rasau daerah transmigrasi mala-kembang : studi tentang pola penggunaan lahan dan karakteristik lahan

      Thumbnail
      View/Open
      full text (8.304Mb)
      Date
      2005
      Author
      Syamsam
      Sastiono, Astiana
      Sumawinata, Basuki
      Metadata
      Show full item record
      Abstract
      Hutan rawa Rantau Rasau mulai dikembangkan menjadi lahan sawah pasang surut untuk para transmigran yang berasal dari Jawa melalui proyek pembukaan persawahan pasang surut (P4S). Pada awal pembukaan persawahan yang berada pada daerah gambut < 2 meter sangat sukses. Akan tetapi, oleh karena tidak tepatnya konsep pengembangan yang dipilih dan juga faktor alam seperti iklim menyebabkan daerah ini menjadi daerah mala-kembang (Mal- developed area). Saat ini di daerah tersebut telah terjadi banyak kemunduran yaitu penurunan muka air saluran yang menyebabkan banyak daerah persawahan berubah menjadi sawah tadah hujan; air berubah menjadi masam dan terjadi penurunan tingkat produksi pertanian; dan banyak lahan yang ditinggalkan. Tahapan perbaikan lahan mala-kembang yang terarah memerlukan data distribusi spasial penggunaan lahan untuk kemudian dihubungkan dengan karakteristik lahan. Berdasarkan data ini dapat diketahui kondisi pertanian aktual dari daerah ini serta kemudian dipikirkan cara-cara perbaikannya. Hasil penelitian menunjukkan bahwa dari 3434 hektar areal yang dipelajari ditemukan persawahan padi pasang surut yang berproduksi kurang dari 2 ton seluas 285 hektar (8.3%), sawah tadah hujan yang berproduksi kurang dari 1 ton seluas 552 hektar (16.1%), semak belukar seluas 1520 hektar (44.1%), karet yang ditanam tidak teratur dengan produksi 50 kg/ha/bulan seluas 436 hektar (12.7%), dan kelapa yang peroduksinya hanya 3-6 butir per tangkai seluas 353 hektar (10.3%). Berdasarkan data tersebut terlihat ada hubungan yang sangat jelas antara pola penggunaan lahan dengan kondisi lahan pada saat sekarang ini.
      URI
      http://repository.ipb.ac.id/handle/123456789/136695
      Collections
      • UT - Soil Science and Land Resources [2825]

      Copyright © 2020 Library of IPB University
      All rights reserved
      Contact Us | Send Feedback
      Indonesia DSpace Group 
      IPB University Scientific Repository
      UIN Syarif Hidayatullah Institutional Repository
      Universitas Jember Digital Repository
        

       

      Browse

      All of IPB RepositoryCollectionsBy Issue DateAuthorsTitlesSubjectsThis CollectionBy Issue DateAuthorsTitlesSubjects

      My Account

      Login

      Application

      google store

      Copyright © 2020 Library of IPB University
      All rights reserved
      Contact Us | Send Feedback
      Indonesia DSpace Group 
      IPB University Scientific Repository
      UIN Syarif Hidayatullah Institutional Repository
      Universitas Jember Digital Repository