Perbaikan kualitas lahan bekas tambang batubara dengan limbah industri kertas
View/ Open
Date
2005Author
Maulana, Rahmad
Widyastuti, Rahayu
Widyati, Enny
Metadata
Show full item recordAbstract
Pertambangan batubara merupakan sumber pendapatan nasional bagi Indonesia. Namun demikian lahan bekas penambangan batubara menghadapi banyak kendala untuk langsung ditanami pada kegiatan rehabilitasi lahan, seperti menurunnya kualitas lahan tersebut. Penelitian ini bertujuan untuk mendapatkan teknik dalam memperbaiki kualitas lahan bekas tambang batubara dengan memanfaatkan limbah industri kertas untuk penyiapan lahan sebelum dilakukan penanaman. Perlakuan penambahan limbah kertas meliputi limbah industri kertas sludge pulp (A), limbah kertas dengan bahan baku kayu segar (B), kompos sludge (C), limbah kertas bekas (D) dengan dosis 25% dan 50% dan disusun menggunakan rancangan acak lengkap. Pengamatan dilakukan setiap 5 hari selama 15 hari (hari ke-0, 5, 10, dan 15) yang meliputi analisis pH, KTK, dan kandungan basa-basa. Sedangkan pengukuran unsur hara makro hanya dilakukan pada hari ke-0 dan ke-15. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penambahan limbah industri kertas secara nyata dapat menaikkan nilai pH, KTK, N total tanah, P tersedia, dan ketersediaan basa-basa dalam tanah. Perlakuan dengan limbah B dosis 50% memberikan nilai pH yang sesuai bagi tanaman (6,17) dan meningkatkan KTK sebesar 129% dibanding kontrol (100%). Perbedaan yang nyata juga diperlihatkan oleh ketersediaan hara tanah, dimana limbah B dosis 50 % memiliki peningkatan relatif unsur hara tertinggi yaitu, N: 385 %, P: 14.990%, K: 1647 %, sedangkan perlakuan dengan limbah C dosis 25% dan 50% memberikan peningkatan relatif hara terendah pada unsur N (50%) dibanding kontrol. Dari hasil penelitian ini disarankan bahwa peningkatan kualitas lahan yang telah terdegradasi oleh aktivitas pertambangan dapat dilakukan dengan pemberian limbah industri kertas B dengan dosis 50% ke lahan bekas tambang, sehingga dengan adanya unsur-unsur hara yang dihasilkan dari dekomposisi limbah tersebut dapat digunakan untuk pertumbuhan tanaman.
