Pengaruh pasang surut terhadap kualitas air saluran pada lahan sulfat masam di Rantau Rasau, Jambi
Abstract
Tanah sulfat masam merupakan tanah yang bermasalah karena memiliki kemasaman sangat tinggi (pH<3), dan kandungan basa-basa yang diperlukan tanaman rendah. Usaha perbaikan tanah sulfat masam yang telah dilakukan saat ini adalah dengan pengapuran. Akan tetapi jumlah kapur yang diperlukan untuk meningkatkan pH tanah sangat tinggi. Petani Vietnam di delta Mekong telah sukses melakukan teknik pembilasan lahan sulfat masam dengan memompa air saluran dari sungai Mekong, Kesuksesan petani Vietnam ini didukung oleh debit sungai Mekong yang sangat besar. Untuk mengaplikasikan teknik pompanisasi pada lahan-lahan sulfat masam di Indonesia tidaklah mudah mengingat debit saluran sungai-sungai di Indonesia kecil dibandingkan dengan debit sungai Mekong. Maka perlu terlebih dahulu dilakukan penelitian mengenai karakteristik kimia dan fisik dari air saluran saat pasang dan surut.
Penelitian ini bertujuan untuk mempelajari karakteristik kimia air pada lahan sulfat masam baik saat pasang maupun surut. Metode penelitian yang dilakukan adalah mengamati pola pergerakan air pada saat pasang maupun surut baik pada saluran primer maupun saluran sekunder dan mempelajari sifat kimia air pada berbagai lokasi pengamatan.
Berdasarkan hasil penelitian terlihat bahwa sifat kimia air pada saluran sangat ditentukan oleh kondisi lokasi pengamatan, pergerakan air, dan waktu pengukuran. Katakteristik kimia air saluran dapat tercerminkan dari karakteristik fisik air tersebut. Sebagai contoh: air pasang yang ber pH 6-7 biasanya berwarna coklat yang merupakan suatu suspensi liat; air yang masam (pH<4) berwarna jernih, yang dasar paritnya terlihat endapan koloid besi yang berwarna merah kekuningan; air yang tercampur dari air sulfat masam dengan air pasang menghasilkan warna air yang merah kecoklatan dari gel besi hidroksida...
