Peramalan produksii crude palm oil(CPO) dan palm kernel oil (PKO) PT. Panamtama kebun teluk dalam, Asahan, Sumatera Utara
Abstract
Peluang untuk pengembangan agribisnis kelapa sawit masih cukup terbuka bagi Indonesia, terutama karena ketersediaan sumberdaya berupa lahan, tenaga kerja, teknologi maupun tenaga ahli. Dengan posisi sebagai produsen terbesar kedua saat ini setelah Malaysia dan menuju produsen utama di dunia, Indonesia perlu memanfaatkan peluang ini sebaik-baiknya mulai dari perencanaan sampai upaya menjaga agar tetap bertahan pada posisi sebagai lead country (Dirjen Perkebunan, 2004).
Salah satu perkebunan kelapa sawit yang menghasilkan CPO dan PKO adalah PT. PANAMTAMA Kebun Teluk Dalam yang terletak di Propinsi Sumatera Utara. PT. PANAMTAMA merupakan salah satu perkebunan besar swasta nasional dengan luas lahannya 4.714,5 Ha atau sekitar 16,7 persen dari total perkebunan kelapa sawit swasta nasional di Kabupaten Asahan. Dalam memasarkan CPO dan PKO-nya, PT. PANAMTAMA menggunakan sistem kontrak dengan perusahaan pembeli. Kesepakatan kontrak penjualan CPO dan PKO PT. PANAMTAMA kepada perusahaan pembeli dilakukan diawal kontrak, sehingga diperlukan data produksi CPO dan PKO untuk masa yang akan datang. Kesepakatan kontrak penjualan yang dilakukan perusahaan diharapkan sesuai dengan realita produksi CPO dan PKO yang dihasilkan. Oleh sebab itu, sebelum melakukan kesepakatan kontrak maka perusahaan perlu meramalkan produksi CPO dan PKO sebagai dasar dalam menyusun perjanjian kontrak penjualan. Selain itu, dengan melakukan peramalan sebelum kontrak maka perusahaan akan mampu memprediksi seberapa besar CPO dan PKO yang mampu disediakan untuk dijual kepada perusahaan pembeli.
Metode peramalan yang digunakan perusahaan selama ini adalah metode ramalan berdasarkan produksi TBS yaitu suatu metode peramalan yang dapat diterapkan apabila telah diketahui data pendugaan TBS. Metode peramalan ini diperkirakan masih belum akurat terkait dengan pendugaan produksi TB ..dst
