View Item 
      •   IPB Repository
      • Dissertations and Theses
      • Undergraduate Theses
      • UT - Faculty of Agriculture
      • UT - Agronomy and Horticulture
      • View Item
      •   IPB Repository
      • Dissertations and Theses
      • Undergraduate Theses
      • UT - Faculty of Agriculture
      • UT - Agronomy and Horticulture
      • View Item
      JavaScript is disabled for your browser. Some features of this site may not work without it.

      Rencana pengelolaan lanskap safari trek di taman safari Indonesia

      Thumbnail
      View/Open
      full text (16.07Mb)
      Date
      2005
      Author
      Astri, Intan Maharani
      Arifin, Hadi Susilo
      Metadata
      Show full item record
      Abstract
      Safari Trek merupakan salah satu bentuk program pendidikan dan konservasi yang ditawarkan oleh TSI, dengan satwa dan kehidupan alamiahnya sebagai objek atraksi utama. Lanskap Safari Trek merupakan area ekstensif dari lanskap TSI yang berada dalam kawasan penyangga (buffer zone) Taman Nasional Gunung Gede Pangrango sehingga perlu dijaga kelestariannya. Jumlah pengunjung pada peak periode mencapai 500 orang/hari kunjungan menjadi potensi sekaligus kendala karena kurang mendapat pengelolaan yang baik. Keharidan pengujung dan aktivitas yang dilakukan di tapak dikhawatirkan dapat merusak kondisi biofisik tapak. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kondisi existing lanskap Safari Trek dan menyusun rencana pengelolaan lanskap Safari Trek, dengan memeprhatikan penekanan pada aspek supply dan demand, sehingga kenyamanan dan kepuasan pengunjung dapat ditingkatkan. Hasil penelitian ini diharapkan dapat memberikan masukan dan sebagai bahan acuan bagi pihak pengelola TSI, khususnya pengelola Safari Trek dalam mengelola lanskapnya. Metode yang digunakan dalam studi ini adalah metode survei dan meliputi 3 tahap yaitu: tahap inventarisasi, analisis, sintesis. Area Safari Trek berupa jalur sirkulasi sepanjang 8,5 km, yang terbagi menjadi 2 rute. Rute I bernama rute Kancil mempunyai jarak tempuh 2,5 Km dan rute II bernama rute Macan Tutul mempunyai jarak tempuh 6 Km. Pola sirkulasi Safari Trek yang memutar dan searah (loop) adalah pola yang tepat untuk menghindarkan persimpangan dengan pengunjung dari arah yang berbeda, dan menghindarkan konflik antar kelompok pengunjung, sehingga antara kelompok trek yang satu dengan yang lain tidak terganggu dalam melakukan perjalanan trek. Jenis vegetasi yang ada di tapak terdiri dari vegetasi alamiah dan vegetasi hasil budidaya manusia. Pada rute I, jenis vegetasi yang dijumpai lebih beragam dibandingkan rute II, didominasi oleh Paraserianthes falcataria. Sedangkan rute II memasuki area hutan dengan vegetasi yang hidup secara alamiah (bukan dibudidayakan). Jenis vegetasi yang dijumpai di rute II cenderung kurang beragam (homogen), didominasi oleh Cinnamomum burmanii dan Ficus ribes rein. Vegetasi tersebut merupakan vegetasi alamiah yang hidup secara liar di hutan sehingga pemeliharaan fisik terhadap vegetasi dilakukan secara ekstensif.Safari Trek merupakan salah satu bentuk program pendidikan dan konservasi yang ditawarkan oleh TSI, dengan satwa dan kehidupan alamiahnya sebagai objek atraksi utama. Lanskap Safari Trek merupakan area ekstensif dari lanskap TSI yang berada dalam kawasan penyangga (buffer zone) Taman Nasional Gunung Gede Pangrango sehingga perlu dijaga kelestariannya. Jumlah pengunjung pada peak periode mencapai 500 orang/hari kunjungan menjadi potensi sekaligus kendala karena kurang mendapat pengelolaan yang baik. Keharidan pengujung dan aktivitas yang dilakukan di tapak dikhawatirkan dapat merusak kondisi biofisik tapak. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kondisi existing lanskap Safari Trek dan menyusun rencana pengelolaan lanskap Safari Trek, dengan memeprhatikan penekanan pada aspek supply dan demand, sehingga kenyamanan dan kepuasan pengunjung dapat ditingkatkan. Hasil penelitian ini diharapkan dapat memberikan masukan dan sebagai bahan acuan bagi pihak pengelola TSI, khususnya pengelola Safari Trek dalam mengelola lanskapnya. Metode yang digunakan dalam studi ini adalah metode survei dan meliputi 3 tahap yaitu: tahap inventarisasi, analisis, sintesis. Area Safari Trek berupa jalur sirkulasi sepanjang 8,5 km, yang terbagi menjadi 2 rute. Rute I bernama rute Kancil mempunyai jarak tempuh 2,5 Km dan rute II bernama rute Macan Tutul mempunyai jarak tempuh 6 Km. Pola sirkulasi Safari Trek yang memutar dan searah (loop) adalah pola yang tepat untuk menghindarkan persimpangan dengan pengunjung dari arah yang berbeda, dan menghindarkan konflik antar kelompok pengunjung, sehingga antara kelompok trek yang satu dengan yang lain tidak terganggu dalam melakukan perjalanan trek. Jenis vegetasi yang ada di tapak terdiri dari vegetasi alamiah dan vegetasi hasil budidaya manusia. Pada rute I, jenis vegetasi yang dijumpai lebih beragam dibandingkan rute II, didominasi oleh Paraserianthes falcataria. Sedangkan rute II memasuki area hutan dengan vegetasi yang hidup secara alamiah (bukan dibudidayakan). Jenis vegetasi yang dijumpai di rute II cenderung kurang beragam (homogen), didominasi oleh Cinnamomum burmanii dan Ficus ribes rein. Vegetasi tersebut merupakan vegetasi alamiah yang hidup secara liar di hutan sehingga pemeliharaan fisik terhadap vegetasi dilakukan secara ekstensif...dst
      URI
      http://repository.ipb.ac.id/handle/123456789/136423
      Collections
      • UT - Agronomy and Horticulture [7622]

      Copyright © 2020 Library of IPB University
      All rights reserved
      Contact Us | Send Feedback
      Indonesia DSpace Group 
      IPB University Scientific Repository
      UIN Syarif Hidayatullah Institutional Repository
      Universitas Jember Digital Repository
        

       

      Browse

      All of IPB RepositoryCollectionsBy Issue DateAuthorsTitlesSubjectsThis CollectionBy Issue DateAuthorsTitlesSubjects

      My Account

      Login

      Application

      google store

      Copyright © 2020 Library of IPB University
      All rights reserved
      Contact Us | Send Feedback
      Indonesia DSpace Group 
      IPB University Scientific Repository
      UIN Syarif Hidayatullah Institutional Repository
      Universitas Jember Digital Repository