Epidemiologi infeksi virus parvo pada anjing di DKI Jakarta
View/ Open
Date
2002Author
Subekti, Rakhmat
Malole, MB
Ekohandayani, Vici
Metadata
Show full item recordAbstract
Pada tahun 1988 belum pernah terbukti tentang keberadaan virus parvo di Indonesia baik secara serologis maupun virologis, namun gambaran klinis yang menyerupai infeksi parvo sudah ditemukan. Sekarang ini kasus parvo sudah banyak ditemukan namun Epidemiologi penyakit ini belum diketahui secara pasti. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui faktor apa saja yang terlibat dalam timbulnya infeksi oleh virus parvo pada anjing.
Data yang digunakan dalam studi ini berasal dari Rumah Sakit Hewan Jakarta, Badan Meteorologi dan Geofisika, Biro Pusat Statistik dan Dinas Peternakan. Analisis satistika yang digunakan adalah uji cluster, khi-kuadrat, korelasi, dan deskripsi.
Hasil analisis menunjukkan bahwa di Jakarta infeksi CPV terjadi secara endemik dan terbentuk lima kelompok anjing berdasarkan uji cluster. Berdasarkan analisis statistik khi-kuadrat menunjukkan tendensi infeksi virus parvo menyerang anak anjing (80%), anjing tidak divaksin (78%) dan anjing jantan (58%). Kecepatan angin dan curah hujan tidak berkorelasi nyata (P>0,05) sedangkan kelembaban dan temperatur udara berkorelasi nyata terhadap infeksi virus parvo (P<0,05) pada tahun 1996 dan 1998. Bila dirata-rata tiap tahun, pada bulan Juli kasus parvo paling banyak ditemukan....
