Kecernaan zat makanan dan "Total Digestible Nutrients" ransum bungkil inti sawit yang ditambah dengan tingkat vitamin A pada kambing lokal jantan
View/ Open
Date
1988Author
Pau, Sofiana Ludji
Satoto, K. Budi
Aboenawan, Lily
Metadata
Show full item recordAbstract
Penelitian ini dilakukan di Jurusan Ilmu Nutrisi dan Makanan Ternak, Fakultas Peternakan, Institut Pertanian Bogor, dimulai tanggal 1 Pebruari sampai dengan 17 Mei 1987.
Tujuan penelitian ini adalah untuk melihat pengaruh penambahan vitamin A pada ternak kambing lokal yang mendapat ransum tunggal bungkil inti sawit terhadap kecerna- an zat makanan dan "Total Digestible Nutrients" (TDN) ransum. Pada bungkil inti sawit ini ditambahkan juga dengan garam, belerang, CaCO₃, sulfur dan vitamin D. Pada penelitian ini digunakan 16 ekor kambing lokal jantan yang berumur sekitar 11 15 bulan dengan bobot badan 12.25 - 20.40 kg (sebaran bobot badan 16.92 + 2.53 kg). Rancangan percobaan yang digunakan adalah Rancangan Acak Kelompok, ternak dibagi ke dalam empat kelompok ber- dasarkan bobot badan tertentu, masing-masing kelompok mendapat perlakuan penambahan vitamin A secara acak yaitu perlakuan A, B, C dan D; masing-masing 0, 6 000, 12 000 dan 18 000 IU (International Unit).
Hasil penelitian menunjukkan bahwa pengaruh pemberi- an vitamin A terhadap kecernaan bahan kering, bahan organik, protein kasar, lemak, serat kasar, BETN dan TDN ransum adalah tidak nyata. Dengan kata lain, penambahan berbagai tingkat vitamin A tidak nyata mempengaruhi ke- cernaan dan TDN bungkil inti sawit. Namun demikian, ada kecenderungan pertumbuhan yang baik pada ternak yang men- dapat perlakuan penambahan vitamin A. Koefisien cerna bahan kering 65.34 70.57 persen, bahan organik 66.74 71.98 persen, protein kasar 57.98 - 66.12 persen, lemak 37.43 46.33 persen, serat kasar 39.84 48.15 persen dan BETN 82.51 85.45 persen. TDN ransum 63.20 68.20 - persen. Pertambahan bobot badan pada ternak penelitian adalah 46.9 - 89.6 gr/ekor/hari…
