Studi tata letak kebun masyarakat ekagi sebagai tahap awal perencanaan lansekap pertanian : Kasus Desa Mauwa, Kec. Kamu Irian Jaya
View/ Open
Date
1989Author
Juniawati, Canserina
Ansori, Nurhayati
Manuwoto
Metadata
Show full item recordAbstract
Pada saat ini terdapat 2 tipe kebun yang umum dibuat oleh masyarakat Ekagi, yaitu kebun dengan sistem intensif di dasar lembah (bugi) dan kebun dengan sistem ekstensif di hutan di lereng-lereng gunung (bugua bugi). Kedua ke- bun tersebut dibedakan berdasarkan letak dan sistem pertanian yang digunakan. Kebun-kebun masyarakat Ekagi memiliki 2 pola yang berbeda yitu pola grid (grid pat- tern) dan pola tidak teratur (mixed pattern). Faktor- faktor yang mempengaruhi penggunaan kedua pola tersebut adalah faktor kesuburan tanah, kestabilan produksi dan gangguan fisik pada kebun berupa genangan air di musim hujan.
Faktor-faktor utama yang menjadi bahan pertimbangan masyarakat Ekagi dalam menentukan letak kebun saat ini, dalam urutan prioritasnya adalah: faktor pemilikan tanah, kepercayaan adat, jarak, kesuburan tanah dan kemudahan pembukaan kebun. Dengan uji Chi-square diketahui bahwa perbedaan umur dan tingkat pendidikan formal responden tidak nyata pengaruhnya dalam pemilihan faktor pertim- bangan pemilihan lokasi kebun oleh responden.
Dalam lingkungan kehidupan masyarakat Ekagi masih banyak dijumpai masalah yang perlu dipecahkan dan potensi yang dapat digali dan dimanfaatkan. Masalah dan potensi ini meliputi bidang fisik, sosial, ekonomi dan teknis, yang satu sama lain saling berhubungan dan dalam pe- nanganannya diperlukan keterpaduan. Dalam penyelesaian seluruh masalah, perlu dimasukkan aturan adat dan keper- cayaan yang dimiliki masyarakat Ekagi sebagai bahan. pertimbangan…dst
