Kultur Babesia canis denagan konsentrasi serum 20 persen dan 40 persen
Abstract
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perkembangan Babesia canis (B. canis) secara in vitro pada media penumbuh RPMI 1640 yang ditambah serum anjing normal dengan konsentrasi 20% dan 40%. B. canis yang menginfeksi eritrosit diperoleh dari anjing yang terinfeksi secara alami yang kemudian dilakukan splenektomi. Parasit yang diisolasi dibiakkan secara in vitro dengan media RPMI 1640 dan serum anjing normal dengan konsentrasi 20% dan 40%, dan diinkubasikan pada suhu 37°C dengan kadar CO2 5%. Parasit dapat dipertahankan selama 17 hari baik dalam konsentrasi serum 20% maupun 40%. Subkultur dilakukan setiap 48 jam pembiakan. Pada konsentrasi serum 20% parasitemia tertinggi mencapai 8.07 ± 1.26% di hari ke-8 kultur sedangkan pada serum 40% parasitemia tertinggi di hari ke-2 kultur yaitu mencapai 8.51 ± 0.88%. Setelah tujuh kali subkultur, menunjukkan penggunaan serum 20% lebih stabil daripada serum 40% walaupun secara statistik (Student's t-test) menunjukkan hasil tidak berbeda nyata (p>0.05).
a Ha
