View Item 
      •   IPB Repository
      • Dissertations and Theses
      • Undergraduate Theses
      • UT - Faculty of Fisheries and Marine Science
      • UT - Aquatic Resources Management
      • View Item
      •   IPB Repository
      • Dissertations and Theses
      • Undergraduate Theses
      • UT - Faculty of Fisheries and Marine Science
      • UT - Aquatic Resources Management
      • View Item
      JavaScript is disabled for your browser. Some features of this site may not work without it.

      Studi Ekologi, Morfometri tedong Gonggong (Strombus canarium Linne, 1758) Dan Asosiasinya Dengan Fauna Moluska Di Perairan Pulau Bintan, Riau

      Thumbnail
      View/Open
      Full text (24.95Mb)
      Date
      1989
      Author
      Andiarto, Heru
      Widodo, R.
      Marwoto, Riatiyanti M.
      Metadata
      Show full item record
      Abstract
      Strombus canarium (Linne, 1758) yang nama Indonesianya "tedong gonggong" adalah gastropoda laut yang telah diman- faatkan sebagai bahan makanan, terutama di daerah Kepulauan Riau. Penelitian terhadap tedong gonggong perlu dilakukan mengingat kegiatan penangkapannya telah cukup intensif, sehingga dapat mempengaruhi populasinya. Penelitian ini dilakukan di perairan pasang surut Pu- lau Bintan dan pulau-pulau di sekitarnya, mulai tanggal 17 Oktober hingga 30 November 1988. Tujuan penelitian untuk mengetahui beberapa aspek ekologi dan morfometri Strombus canarium. Pengambilan contoh moluska dilakukan dengan "metoda transek" dan "random sampling". Contoh air dan substrat diambil secara komposit. Beberapa parameter fisika-kimia air dan substrat yang diukur adalah: pH, 02 terlarut, salinitas, bahan organik, nitrat, fosfat, amonia, CaCO3, MgCO3, SiO2, suhu, dan tekstur substrat. Analisis data populasi tedong gonggong meliputi: kepa- datan, pola sebaran dan asosiasinya dengan fauna moluska. Sedangkan analisis komunitas meliputi: keragaman, keseragaman dan kesamaan komunitas. "Analisa regresi linier sederhana" dan "korelasi" digunakan untuk menganalisis morfo- metri tedong gonggong. Pengelompokan kualitas lingkungan yaitu: air dan subs- trat, seluruhnya membentuk pola menyerupai anak tangga, tetapi dengan keterkaitan antar stasiun yang berbeda. Stasiun P. Terkulai dan Busung menunjukkan kesamaan yang tertinggi, yaitu: 94,97% untuk kualitas air. Untuk kandungan unsur kimia substrat adalah antara Stasiun P. Terkulai dan P. Peng- ujan, sebesar 81,32%. Sedangkan untuk fisik substrat adalah antara Stasiun P. Pengujan dan Busung, sebesar 99,31%. Kepadatan tedong gonggong di Stasiun Busung adalah: 10 individu/12,5 m²; Stasiun P. Terkulai: 9 individu/12,5 m²; P. Dompak: 8 individu/12,5 m²; P. Los dan P. Pengujan 2 masing-masing: 2 individu/12,5 m² Stasiun P. Terkulai mem- punyai tekstur substrat pasir, sedangkan 4 stasiun lainnya adalah lempung berpasir. Diduga kepadatan tedong gonggong di wilayah pasang surut dipengaruhi oleh faktor: gerakan massa air, tekstur substrat dan aktifitas pemijahan…dst
      URI
      http://repository.ipb.ac.id/handle/123456789/136081
      Collections
      • UT - Aquatic Resources Management [2679]

      Copyright © 2020 Library of IPB University
      All rights reserved
      Contact Us | Send Feedback
      Indonesia DSpace Group 
      IPB University Scientific Repository
      UIN Syarif Hidayatullah Institutional Repository
      Universitas Jember Digital Repository
        

       

      Browse

      All of IPB RepositoryCollectionsBy Issue DateAuthorsTitlesSubjectsThis CollectionBy Issue DateAuthorsTitlesSubjects

      My Account

      Login

      Application

      google store

      Copyright © 2020 Library of IPB University
      All rights reserved
      Contact Us | Send Feedback
      Indonesia DSpace Group 
      IPB University Scientific Repository
      UIN Syarif Hidayatullah Institutional Repository
      Universitas Jember Digital Repository