Masalah dan penanggulangan dermatomycosis oleh microsporum canis pada anjing
View/ Open
Date
1987Author
Samma, Jemima Jeanne Pong
Lan, Veronica Liem Bok
Soehartono, R. Herry
Metadata
Show full item recordAbstract
Dermatomycosis merupakan penyakit zoonosis yang menyerang semua ras hewan dan tidak membedakan dan penyakit ini sering menyerang hewan dapat jenis kelamin, muda.
Penyebab dermatomycosis termasuk dalam grup derma- tophytes, terutama genus Microsporum dan Trichophyton. Bagian tubuh yang diserang adalah lapisan keratin, seperti kulit, rambut, kuku dan bulu. Lesio ini berbentuk bundar bersisik tebal, berdiameter 1-4 cm, erithematous, dan terjadi kegundulan partial akibat rambut yang patah- patah dan rontok. Daerah yang sering terkena penyakit ini adalah kepala terutama bagian moncong, kaki dan abdomen. Bila infeksi berjalan kronis, maka akan terjadi infeksi sekunder oleh kuman-kuman yang mengakibatkan gejala pruritus yang lebih parah, menurunkan kondisi hewan serta mengurangi nilai estetika hewan, terutama anjing sebagai hewan kesayangan. Pengobatan yang terbaik dalam menanggulangi derma- tomycosis adalah dengan cara pengobatan menyeluruh, yaitu baik pada hewannya sendiri maupun kontaminasi spora-spora yang dihasilkan jamur ini pada lingkungan. Aplikasi pengobatan dapat dengan cara oral dan atau topikal, dan dari beberapa produk obat yang dapat digunakan, griseofulvinlah yang lebih banyak dipilih, baik untuk pencegahan, pengobatan dan pengontrolan.
Dermatomycosis merupakan penyakit yang penting pada hewan, terutama hewan peliharaan. Karena itu, untuk menjaga kesehatan hewan perlu diperhatikan kebersihan hewan dan sanitasi lingkungan yang dapat menjadi sumber spora serta memperhatikan susunan makanan yang cukup, baik mineral maupun vitamin, terutama vitamin A. Dan lebih dipentingkan pemeliharaan yang baik pada hewan- hewan muda yang rentan terhadap dermatomycosis...
