View Item 
      •   IPB Repository
      • Dissertations and Theses
      • Undergraduate Theses
      • UT - Faculty of Mathematics and Natural Sciences
      • UT - Chemistry
      • View Item
      •   IPB Repository
      • Dissertations and Theses
      • Undergraduate Theses
      • UT - Faculty of Mathematics and Natural Sciences
      • UT - Chemistry
      • View Item
      JavaScript is disabled for your browser. Some features of this site may not work without it.

      Ekstrak kasar bawang putih segar tidak menghambat oksidasi LDL secara in vitro

      Thumbnail
      View/Open
      Fulltext (3.596Mb)
      Date
      1998
      Author
      Taher, Achmad
      Sulistiyani
      Darusman, Latifah K.
      Metadata
      Show full item record
      Abstract
      Bawang putih (Allium sativum) telah dikenal sejak ribuan tahun yang lalu sebagai ramuan obat. Secara tradisional bawang putih dapat digunakan sebagai penangkal penyakit dan rasa nyeri, mengobati luka, dan melindungi ternak dari penyakit mulut dan kuku. Secara medis, bawang putih telah terbukti dapat menurunkan kadar kolesterol plasma, menghambat agregasi trombosit, meningkatkan aktivitas fibrinolitik, dan menurunkan tekanan darah (Neil & Silagy, 1994). Dengan diketahuinya senyawa antioksidan pada bawang putih yang dapat melindungi membran mikrosoma sel hati dari lipid peroksidasi (Toshiharu, 1989), maka diduga antioksidan ini juga dapat berperan dalam menghambat terjadinya aterosklerosis yang diakibatkan oleh LDL teroksidasi. Senyawa pada bawang putih yang merupakan antioksidan adalah golongan dialil polisulfida yang meliputi: dialil tri-, tetra-, penta-, heksa-, dan heptasulfida. Pada penelitian ini diuji kemampuan antioksidan bawang putih dalam menghambat terjadinya oksidasi LDL secara in vitro. LDL dioksidasi dengan ion logam Cu². Pengukuran tingkat oksidasi LDL dilakukan dengan uji tiobarbiturat. Hasil yang diperoleh menunjukkan bahwa ekstrak kasar bawang putih segar hanya sedikit menurunkan tingkat oksidasi LDL (37,31 vs 42,53 nmol MDA/mg protein LDL). Penurunan tingkat oksidasi terbesar terjadi pada konsentrasi 10 ppm, yaitu 14,08%. Untuk konsentrasi 103, 102,1, dan 2,5 ppm terjadi penurunan sebesar 12,44%, 13,38%, 11,29%, dan 10,23%. Walaupun terjadi penurunan tingkat oksidasi, ekstrak kasar bawang putih segar tidak mampu menghambat terjadinya oksidasi LDL, hal ini didukung oleh pengujian secara statistika yang tidak memperlihatkan perbedaan yang nyata dengan nilai kontrol positif (x 2 0,05).
      URI
      http://repository.ipb.ac.id/handle/123456789/135574
      Collections
      • UT - Chemistry [2299]

      Copyright © 2020 Library of IPB University
      All rights reserved
      Contact Us | Send Feedback
      Indonesia DSpace Group 
      IPB University Scientific Repository
      UIN Syarif Hidayatullah Institutional Repository
      Universitas Jember Digital Repository
        

       

      Browse

      All of IPB RepositoryCollectionsBy Issue DateAuthorsTitlesSubjectsThis CollectionBy Issue DateAuthorsTitlesSubjects

      My Account

      Login

      Application

      google store

      Copyright © 2020 Library of IPB University
      All rights reserved
      Contact Us | Send Feedback
      Indonesia DSpace Group 
      IPB University Scientific Repository
      UIN Syarif Hidayatullah Institutional Repository
      Universitas Jember Digital Repository