Pemanfaatan teknik RAPD untuk analisis DNA pisang nangka dan barangan (Musa paradisiaca L.) dalam kultur in-vitro
View/ Open
Date
1998Author
Yonatan, Hui Hui
Azwar, Norman R.
Mathius, Nurita T.
Metadata
Show full item recordAbstract
Teknik Random Amplified Polymorphic DNA (RAPD) telah banyak digunakan untuk menganalisis kestabilan genetik berbagai jenis tanaman yang diperbanyak dengan teknik kultur jaringan. Salah satu aspek penentu kualitas bahan tanaman adalah adanya jaminan kestabilan genetiknya. Penelitian ini bertujuan untuk menggunakan teknik RAPD dalam menetapkan kestabilan genetik pisang Nangka dan Barangan yang diperbanyak dengan teknik kultur jaringan.
Bahan tanaman yang digunakan adalah pisang Nangka dan Barangan yang diperbanyak dengan teknik kultur jaringan. Pada kedua varietas tersebut dilakukan analisis DNA pada tiap-tiap fase dalam kultur in- vitro yaitu fase sub-kultur, perakaran dan aklimatisasi. Analisis DNA dilakukan menurut metode Orozco- Castillo et al. (1994); Rogers and Bendich (1994) dan Taylor et al. (1993). Amplifikasi DNA dilakukan melalui proses PCR (Polymerase Chain Reaction) yang menggunakan lima primer acak yaitu primer OPH 4 (GGAAGTCGCC); OPH 12 (ACGCGCATGT); OPH 14 (ACCAGGTTGG); OPC 9 (CTGACCGTCC) dan OPC 16 (CACACTCCAG). Amplifikasi DNA terdiri dari tiga tahapan yaitu denaturasi, annealing dan extention yang berulang sampai 45 siklus.
Hasil yang diperoleh menunjukkan bahwa teknik RAPD dapat digunakan untuk menetapkan kestabilan genetik (DNA) pisang Nangka dan Barangan yang diperbanyak dengan teknik kultur jaringan. Untuk masing-masing jenis pisang yang diperbanyak dalam kultur in-vitro, ditemukan adanya keseragaman pola frgamen DNA amplifikasi pada tiap-tiap fase pertumbuhan tanaman.
Collections
- UT - Chemistry [2296]
