Kegagalan memelihara bebuntingan sebagai salah satu bentuk manifestasi gangguan proses reproduksi pada sapi
Abstract
Kebuntingan adalah suatu proses fisiologis yang kompleks
dan sensitif terhadap berbagai gangguan selama kelangsungan-
nya. Gangguan-gangguan tersebut dapat terjadi pada setiap
fase kebuntingan dan dapat menggagalkan terpeliharanya ke-
buntingan dalam bentuk mortalitas embrio dan fetus, terja-
dinya aborsi maupun mumifikasi. Fase embrio merupakan fa-
se kebuntingan yang paling kritis, dimana sebagian besar
kegagalan reproduksi terjadi pada fase ini. Dalam fase ter-
sebut terjadi pembentukan sistem-sistem organ tubuh, per-
tumbuhan membran embrio serta implantasi pada uterus.
Banyak faktor dapat menjadi sebab kegagalan proses ke- buntingan, namun pada dasarnya faktor-faktor tersebut da- pat dikelompokkan atas faktor-faktor genetis dan faktor- faktor lingkungan. Faktor-faktor genetis berkaitan dengan inbreeding, bentuk kromosom yang abnormal, adanya mutasi selama gametogenesis, gen-gen lethal yang diwariskan induk- nya dan keadaan kembar unicornual. Sedangkan faktor-faktor lingkungan yang bersifat tidak infeksius meliputi nutrisi, senyawa-senyawa kimia yang terkandung dalam tumbuhan yang dimakan ternak, gangguan hormonal, umur dan faktor-faktor fisik. ...
