Desain kapal Gillnet Berbasis Ergonomi untuk Mendukung Kesehatan dan Keselamatan Kerja di laut
Date
2024-01Author
Fadhani, Ahmad
Novita, Yopi
Kurniawati, Vita
Komarudin, Didin
Metadata
Show full item recordAbstract
Keselamatan dan kesehatan kerja merupakan suatu ilmu yang berperan dalam
mengurangi tingkat risiko suatu pekerjaan. Komite Nasional Keselamatan
Transportasi (KNKT) mencatat sebanyak 31% (483 insiden kecelakaan) dari total
kecelakaan kapal sepanjang 2018–2021 dialami dan didominasi oleh kapal
penangkap ikan. Kecelakaan di laut, bukan hanya berupa terbalik atau
tenggelamnya kapal, akan tetapi kecelakaan yang dialami oleh ABK seperti
tersandung, terbentur, terpeleset hingga menyebabkan terjatuh ke laut. Kecelakaan
yang dialami oleh ABK tersebut bisa dikarenakan peletakaan alat penangkapan
yang tidak sesuai, desain bangunan kapal yang tidak sebanding dengan postur ABK,
area kerja yang sempit dan lantai dek yang licin.
Kecelakaan kapal perikanan didominasi oleh kapal kecil yaitu berukuran
panjang kurang dari 24 m atau di bawah 50 GT. Potensi kecelakaan yang tinggi
tersebut belum didukung dengan munculnya peraturan yang ditujukan untuk
meminimalisir tingkat kecelakaan. Oleh karena itu, adanya pengaturan terhadap
desain kapal, khususnya kapal berukuran kecil, menjadi salah satu upaya yang
penting dalam rangka meningkatkan keselamatan kerja pada kapal kecil. Kajian
dilakukan pada kapal gillnet yang beroperasi di Desa Tabanio, Kabupaten Tanah
Laut, Kalimantan Selatan. Kapal gillnet dipilih sebagai objek studi karena kapal
tersebut dioperasikan secara pasif atau dalam keadaan diam sehingga kapal akan
terus berinteraksi dengan angin dan gelombang sehingga perlu diprioritaskan dalam
mengkaji nilai ergonomi pada desain kapal.
Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi aktivitas dan lingkungan kerja
di atas kapal gillnet, mengidentifikasi potensi bahaya berdasarkan aspek ergonomi
(lingkungan kerja, alur kerja, postur ABK) pada kapal gillnet dan merumuskan
desain kapal gillnet berdasarkan aspek ergonomi. Penelitian dilakukan dengan
mengobservasi 17 sampel kapal gillnet. Observasi dilakukan untuk mengumpulkan
data yang terdiri atas dimensi utama (LOA, B dan D) kapal, pengukuran luas
working area, ruang akomodasi ABK, tinggi bangunan, tata letak barang dan
perlengkapan di atas kapal, jalur aktivitas ABK, peralatan penunjang keselamatan,
postur tubuh ABK, alur pekerjaan pada kapal. Selain observasi, juga dilakukan
wawancara dengan ABK (nakhoda dan ABK).
Hasil penelitian menunjukkan bahwa aktivitas ABK selama di atas kapal
dalam posisi berdiri saat melakukan setting atau hauling. Khusus nakhoda kapal,
aktivitas dilakukan dengan posisi duduk. Posisi berdiri dilakukan selama kurang
lebih 1 jam selama aktivitas setting dan 6 jam selama aktivitas hauling. Aktivitas
setting, hauling melibatkan 4 orang ABK dalam satu area yang sama dalam kurun
waktu 7 jam. Potensi bahaya pada kapal yaitu pintu masuk yang kecil, tinggi langitlangit ruang akomodasi, area kerja, ruang kemudi juga dapur yang pendek dari
postur badan ABK dan tidak ada tempat khusus MCK yang dapat berpotensi
terjadinya kecelakaan seperti terbentur, tersandung dan terpeleset hingga
mengakibatkan dampak cidera ringan-berat. Berdasarkan hasil analisis desain kapal
gillnet, dilakukan penambahan ukuran pada atap area kerja menjadi 2,2 m, ukuran
semua pintu menjadi 0,60 x 1,70 m, ukuran tinggi ruang akomodasi menjadi 2,2 m,
penambahan sekat pada ruang kemudi dengan ruang akomodasi, dan penambahan
ruang khusus MCK. Fasilitas pada kapal gillnet juga dilakukan penambahan yaitu
tangga, net hauler, lemari, tempat tidur ABK, tempat tidur khusus nahkoda,
perlatan P3K, APAR dan exhaust fan.
Collections
- MT - Fisheries [3214]
