Pendugaan produksi padi sawah dengan data penginderaan jauh
Abstract
Dalam pendugaan produksi padi suatu wilayah, ketersediaan data iklim sangat diperlukan sebagai masukan dalam model simulasi produksi. Namun demikian sampai saat ini ketersediaan data iklim masih sangat terbatas. Salah satu sumber data iklim yang potensial untuk digunakan ialah data satelit.
Penelitian ini bertujuan untuk: (1) menggunakan data citra satelit GMS untuk menentukan keragaman suhu udara dan radiasi secara spasial yang digunakan sebagai masukan model simulasi produksi ORYZA-1 dan (2) mengevaluasi hasil simulasi ORYZA-1 yang menggunakan data suhu dan radiasi yang diduga dari data citra satelit dan data hasil pengamatan dari stasiun dengan produksi lapang.
Data satelit yang digunakan ialah data satelit GMS dalam bentuk data raster mencakup sembilan kali pengamatan yang dimulai dari pukul 0.00 sampai pukul 08.00 GMT. Data satelit berasal dari kanal infra merah yang diolah dalam suatu paket program untuk mendapatkan data liputan awan dan nilai digital. Hubungan antara data satelit nilai digital dan liputan awan dengan data radiasi dan suhu udara dianalisis dengan menggunakan persamaan regresi. Hasil konversi data digital serta liputan awan ke data suhu dan radiasi selanjutnya digunakan sebagai masukan model ORYZA-1. Produksi dugaan dari ORYZA-1 selanjutnya divalidasi dengan data produksi lapangan.
Hasil analisis menunjukkan bahwa data liputan awan dari satelit berhubungan secara nyata dengan data radiasi dari stasiun dalam bentuk persamaan: y = 34.387 + 0.089x - 0.0004x ^ 2 R ^ 2 = 52.5% ). y = radiasi dari stasiun dan x = liputan awan, sedangkan nilai digital tidak menunjukkan hubungan yang nyata dengan data dari stasiun. Adapun persamaan persamaaan hubungannya ialah: Ymut = 1.8805Ln(x) + 14.388 (R ^ 2 = 10.4%) dan yntax-1.7495Ln(x) + 41.05 (R2 = 17,7%), y = suhu udara minimum-maksimum dari stasiun dan x = nilai digital.
Produksi padi hasil simulasi ORYZA-1 yang menggunakan data masukan dari satelit (y) kurang mampu mengikuti sebaran. Penyimpangan yang lebih jauh diperoleh apabila hasil simulasi yang menggunakan data stasiun (x). Adapun persamaan hubungannya antara produksi simulasi dari satelit (y) dan stasiun (x): y = 0.1965x + 6.1397 (R ^ 2 = 37%)
Hasil ini menunjukkan bahwa hubungan penggunaan data satelit untuk menduga suhu udara belum memberikan hasil yang menggembirakan, tetapi cukup baik untuk menduga radiasi. Dengan demikian penggunaan data satelit saat ini untuk menduga sebaran produksi padi di Indonesia belum bisa disarankan. Penelitian untuk menduga data iklim dari data satelit masih perlu untuk dilanjutkan.
