Model bersama bagi data survival dan longitudinal dengan galat pengukuran : Kasus demam berdarah dengue di Rumah Sakit Advent Bandung
View/ Open
Date
1998Author
Estiyanti, Mirna Sri
Adisantoso, Julio
Notodiputro, Khairil Anwar
Metadata
Show full item recordAbstract
Penyakit demam berdaralı dengue (DBD) bersifat mewabah. Akibat terserang virus dengue, penderita DBD mengalami trombositopenia hebat (penurunan tingkat trombosit dalam darah) yang jika dibiarkan akan mengakibatkan kematian. Selama dalam perawatan di rumah sakit, tingkat trombosit penderita diukur pada waktu-waktu tertentu sampai penderita mengalami kesembuhan.
Dalam perspektif analisis data daya tahan (survival data analysis) pergerakan trombosit penderita dijadikan kovariat longitudinal, sedangkan lama perawatan pasien di rumah sakit sampai sembuh dijadikan waktu kegagalan. Hubungan antara kovariat longitudinal dan proses waktu kesembuhan dapat diperoleh menggunakan model regresi Cox (Cox proportional hazards regression model).
Dalam penelitian ini tingkat trombosit penderita DBD tidak diukur secara kontinu. Wulfsohn dan Tsiatis (1997) mengatasi masalah ini dengan metode Joint-model (model bersama) yang memodelkan proses kovariat dan data perawatan secara simultan. Pendugaan parameter pada model regresi Cox diperoleh dengan memaksimalkan kemungkinan bersama (joint likelihood) antara proses kovariat dan proses waktu perawatan.
Disimpulkan pergerakan trombosit penderita DBD mengikuti model: 2=6.78061-0.82166g1, +0.9124892,
dengan zij adalah akar trombosit pasien ke-i pada pengukuran ke-j, ql dan q2; adalah waktu pengukuran trombosit pasien ke-i pada pengukuran ke-j. Kekuatan hubungan antara tingkat trombosit dan daya kesembuhan pasien diduga sebesar 5.01753.
