Kandungan logam berat cr pada air, sedimen, ikan sokang (Tricanthus nieuhofii) ikan alu-alu (Sphyraena barracuda) di perairan Ancol, Teluk Jakarta
View/ Open
Date
2005Author
Raditya, Bram Dwi
Riani, Etty
Setyobudiandi, Isdradjad
Metadata
Show full item recordAbstract
Keberadaan logam berat di perairan akan mengganggu kelangsungan hidup
makhluk hidup yang ada di dalamnya, salah satunya adalah ikan. Melalui proses
bioakumulasi, logam berat akan tersimpan dalam tubuh ikan pada waktu yang lama.
Kandungan kromium (Cr) dalam tubuh organisme dipengaruhi kondisi kualitas
perairan. Penelitian ini mengkaji kandungan Cr dalam air, sedimen, organ ikan
sokang (Triacanthus nieuhofii) dan ikan alu-alu (Sphyraena barracuda) serta korelasi
antara logam dalam sedimen dengan dalam organ. Penelitian dilaksanakan di
Perairan Ancol, Teluk Jakarta pada bulan Oktober 2004 sampai Desember 2004.
Pengambilan contoh air, sedimen dan ikan dilakukan di 3 stasiun pengamatan yaitu
di bagian barat (stasiun 1), bagian tengah (stasiun 2) dan timur (stasiun 3). Untuk
menganalisis kandungan Cr dalam air, sedimen dan organ ikan digunakan alat
Atomic Absorption Spectrophotometry (AAS). Dari hasil penelitian menunjukkan
bahwa kualitas perairan Ancol masih berada pada batas baku mutu Kep. MNLH No
51 tahun 2004. Kandungan Cr di perairan menunjukkan nilai yang sangat rendah
(lebih kecil dari 0,0001 ppm). Dalam sedimen kandungan Cr menunjukkan nilai yang
tinggi yaitu berkisar antara 7,45-16,79 ppm. Pada organ ikan sokang (Triacanthus
nieuhofii) dan alu-alu (Sphyraena barracuda) umumnya memiliki nilai yang relatif
tinggi berkisar antara 7,2738-36,7251 ppm. Kandungan Cr tertinggi banyak terdapat
pada organ ginjal yaitu berkisar antara 1,8342-32,8299 ppm. Uji korelasi kandungan
Cr dalam organ dengan dalam sedimen menunjukkan adanya pengaruh searah,
yaitu semakin tinggi kandungan Cr dalam sedimen maka semakin tinggi pula
kandungan Cr dalam organ, namun pada umumnya menunjukkan pengaruh yang
kecil.
