View Item 
      •   IPB Repository
      • Dissertations and Theses
      • Undergraduate Theses
      • UT - Faculty of Fisheries and Marine Science
      • UT - Aquatic Resources Management
      • View Item
      •   IPB Repository
      • Dissertations and Theses
      • Undergraduate Theses
      • UT - Faculty of Fisheries and Marine Science
      • UT - Aquatic Resources Management
      • View Item
      JavaScript is disabled for your browser. Some features of this site may not work without it.

      Studi biologi reproduksi ikan ovovivipar dui-dui (Dermogenys megarrhamphus) di danau Towuti, Sulawesi Selatan

      Thumbnail
      View/Open
      Full Text (11.47Mb)
      Date
      2005
      Author
      Setiono, Mario Erwin
      Sulistiono
      Brojo, Murniati
      Metadata
      Show full item record
      Abstract
      Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui beberapa aspek reproduksi ikan dui-dui (Dermogenys megarrhamphus) di Danau Towuti, Sulawesi Selatan, yang hasilnya diharapkan dapat dijadikan dasar dalam menentukan pengelolaan dan pemanfaatan sumberdaya ikan dui-dui di danau tersebut. Penelitian ini dilaksanakan di Danau Towuti, Sulawesi Selatan pada bulan Juli-Oktober 2004. Ikan contoh diukur panjang totalnya, ditimbang berat tubuhnya, dibedah untuk diambil organ reproduksinya, kemudian diawetkan menggunakan larutan formalin 10 %. Penentuan tingkat kematangan gonad (TKG) untuk ikan betina dibandingkan dengan penentuan TKG ikan seribu (Saepudin, 1999), sedangkan untuk ikan jantan dibandingkan dengan penentuan TKG ikan belanak (Mugil dussumieri) modifikasi dari Cassie (Effendie dan Subardja 1977). Jumlah ikan dui-dui yang diperoleh selama penelitian 212 ekor yang terdiri dari 96 ekor ikan jantan dan 116 ekor ikan betina. Ikan dui-dui merupakan salah satu ikan ovovivipar (bertelur dan beranak). Panjang total ikan jantan berkisar antara 35 - 90 mm, sedangkan ikan betina berkisar antara 34 - 105 mm. Pola pertumbuhan ikan jantan adalah allometrik negatif, sedangkan ikan betina allometrik positif. Nilai faktor kondisi ikan betina lebih besar (0,8165 - 1,1385) dibandingkan ikan jantan (0,7369 -0,8898). Ikan dui-dui jantan diduga mulai matang gonad pada bulan Juli, sedangkan betina juga mulai bulan Juli, tapi mencapai puncak pemijahannya pada bulan September. Ikan dui-dui jantan diduga mulai matang gonad pada selang panjang 58-65 mm sedangkan ikan betina pada selang 42 - 49 mm. Nilai IKG ikan dui- dui betina lebih besar dibandingkan nilai IKG ikan dui-dui jantan. Rata-rata IKG ikan jantan (0,0022 0,0041) lebih kecil daripada rata-rata IKG ikan betina (0,0044 0,0225). Fekunditas total dari TKG III, TKG IV, dan TKG V adalah 192. Tidak ada hubungan yang erat antara fekunditas ikan dui-dui dengan panjang total tubuhnya. Pola pemijahan ikan dui-dui adalah total spawner (mengeluarkan telur atau larva secara keseluruhan pada tiap pemijahan).
      URI
      http://repository.ipb.ac.id/handle/123456789/135016
      Collections
      • UT - Aquatic Resources Management [2679]

      Copyright © 2020 Library of IPB University
      All rights reserved
      Contact Us | Send Feedback
      Indonesia DSpace Group 
      IPB University Scientific Repository
      UIN Syarif Hidayatullah Institutional Repository
      Universitas Jember Digital Repository
        

       

      Browse

      All of IPB RepositoryCollectionsBy Issue DateAuthorsTitlesSubjectsThis CollectionBy Issue DateAuthorsTitlesSubjects

      My Account

      Login

      Application

      google store

      Copyright © 2020 Library of IPB University
      All rights reserved
      Contact Us | Send Feedback
      Indonesia DSpace Group 
      IPB University Scientific Repository
      UIN Syarif Hidayatullah Institutional Repository
      Universitas Jember Digital Repository