View Item 
      •   IPB Repository
      • Dissertations and Theses
      • Undergraduate Theses
      • UT - Faculty of Mathematics and Natural Sciences
      • UT - Chemistry
      • View Item
      •   IPB Repository
      • Dissertations and Theses
      • Undergraduate Theses
      • UT - Faculty of Mathematics and Natural Sciences
      • UT - Chemistry
      • View Item
      JavaScript is disabled for your browser. Some features of this site may not work without it.

      Ekstraksi daging biji picung pangium edule reinw dan uji toksisitas terhadap artemia salina leach

      Thumbnail
      View/Open
      Fulltext (3.953Mb)
      Date
      2004
      Author
      Yunita, Filia Candra
      Setiawati, Tuti
      Rohaeti, Eti
      Metadata
      Show full item record
      Abstract
      Daging biji picung merupakan salah satu kekayaan alam Indonesia yang banyak dimanfaatkan sebagai bahan pangan, antioksidan, bakterisida, dan insektisida. Adanya kandungan alkaloid, flavanoid, tanin, dan asam sianida menyebabkan biji picung bersifat toksik terhadap beberapa bakteri dan serangga. Pemilihan metode ekstraksi yang tepat dapat memaksimumkan terambilnya komponen yang terkandung pada daging biji picung tanpa merusak sifat komponen tersebut. Pada penelitian ini dilakukan pencarian metode ekstraksi terbaik terhadap daging biji picung yang memberikan efek toksisitas tertinggi terhadap Artemia salina Leach. Daging bij picung diekstraksi dengan metode maserasi dan soksletasi menggunakan pelarut metanol, kloroform, dan -heksana, serta metode destilasi uap dengan pelarut air. Ekstrak kasar yang diperoleh kemudian diuji toksisitasnya terhadap A. salina pada konsentrasi 1000, 100, dan 10 ppm. Uji toksisitas menunjukkan bahwa ekstrak metanol maserasi memiliki efek toksisitas yang tertinggi dibandingkan dengan ekstrak-ekstrak lainnya dengan nilai LCso, yaitu 274,26 ppm. Ekstrak metanol maserasi kemudian dipisahkan komponen-komponennya dengan kromatografi lapis tipis preparatif dengan eluen metanol:kloroform:butanol (1:9:0,05) yang menghasilkan lima fraksi. Komponen yang telah dipisahkan kemudian diuji kembali terhadap A. salina pada konsentrasi tersebut di atas. Hasil pengujian dari fraksi- fraksi tersebut menunjukkan bahwa fraksi III yang bersifat paling toksik dengan nilai LC50 470,08 ppm. Hasil uji fitokimia terhadap fraksi III menunjukkan adanya alkaloid. Analisis spektrum ultraviolet fraksi III menunjukkan adanya transisi dari π-π yang dihasilkan oleh kromofor-C-C aromatik atau transisi n-o yang dihasilkan oleh kromofor -CO, -C-O-, dan NR2. Analisis spektrum inframerah menunjukkan adanya gugus -C-O, -C-C, -NR2, C-N, dan benzena monosubstitusi. Hasil analisis dengan menggunakan kromatografi gas-spektroskopi massa menunjukkan adanya nilai m/e 59, 61, dan 78.
      URI
      http://repository.ipb.ac.id/handle/123456789/134922
      Collections
      • UT - Chemistry [2295]

      Copyright © 2020 Library of IPB University
      All rights reserved
      Contact Us | Send Feedback
      Indonesia DSpace Group 
      IPB University Scientific Repository
      UIN Syarif Hidayatullah Institutional Repository
      Universitas Jember Digital Repository
        

       

      Browse

      All of IPB RepositoryCollectionsBy Issue DateAuthorsTitlesSubjectsThis CollectionBy Issue DateAuthorsTitlesSubjects

      My Account

      Login

      Application

      google store

      Copyright © 2020 Library of IPB University
      All rights reserved
      Contact Us | Send Feedback
      Indonesia DSpace Group 
      IPB University Scientific Repository
      UIN Syarif Hidayatullah Institutional Repository
      Universitas Jember Digital Repository