Klasifikasi propinsi di Indonesia Berdasarkan indikator pendidikan
View/ Open
Date
1999Author
Komalasari, Lilis
Martono, Totong
Indahwati
Metadata
Show full item recordAbstract
Keberhasilan usaha pemerintah di bidang pendidikan dapat dievaluasi melalui indikator pendidikan. Ada 18 indilator pendidikan yang memberikan gambaran umum tentang kemampuan komunikasi penduduk, fasilitas pendidikan, dan tingkat partisipasi pendidikan dasar sampai Perguruan Tinggi.
Secara nasional, penduduk usia sekolah telah menikmati pendidikan dasar, penduduk yang melek huruf dan mampu berbahasa Indonesia di atas 85%. Pada jenjang pendidikan menengah ternyata fasilitas dan tingkat partisipasi pendidikan belum mendukung peningkatan kualitas sumberdaya manusia dalam memasuki abad ke dua puluh satu.
Dengan metode hirarki Pautan Rataan dan 18 indikator pendidikan ternyata dua puluh tujuh propinsi di Indonesia terpilah menjadi 9 Kelompok. Propinsi DKI Jakarta (gerombol IX) adalah propinsi dengan tingkat keberhasilan pembangunan pendidikan yang terbaik dibandingkan dengan keadaannya secara nasional kemudian diikuti oleh propinsi Sulawesi Utara (gerombol V). Sebaliknya, propinsi yang sangat perlu mendapat perhatian dalam pembangunan pendidikan adalah Timor Timur (gerombol VIII), kemudian NTT, NTB, Kalimantan Barat, Sulawesi Selatan, dan Irian Jaya (gerombol II), dan juga Jawa Tengah dan Jawa Timur (gerombol IV), serta Lampung (gerombol VII). Propinsi Yogyakarta dan Bali (gerombol VI) adalah propinsi-propinsi yang keberhasilan pembangunan pendidikannya sedikit di bawah rata-rata nasional sedangkan propinsi-propinsi yang lain (gerombol I dan II) tingkat keberhasilan pendidikannya sama dengan rata-rata nasional, hanya pada jenjang pendidikan menengah lebih rendah dari rata-rata nasional.
