Pengaruh pengupasan sabut, pemotongan akar, dan pemberian paclobutrazol terhadap pengerdilan empat varietas kelapa genjah Cocos nucifera L.sebagai tanaman hias
Abstract
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perbedaan tingkat toleransi tanaman kelapa genjah varietas Merah Malaysia, varietas Raja, varietas Puyuh, dan varietas Salak terhadap berbagai perlakuan pengerdilan.
Percobaan dilakukan di Rumah Kaca, Kebun Percobaan IPB Cikabayan, sejak bulan Januari sampai Juli 2004. Bahan yang digunakan adalah bibit kelapa genjah varietas Merah Malaysia, varietas Raja, varietas Puyuh, dan varietas Salak yang berasal dari pembibitan pendahulan dari Pakuwon dan Cicurug. Bibit kelapa ditanam dalam pot plastik dengan diameter 35 cm dengan media tanah latosol Darmaga dan zeolit yang ditabur di atas permukaan tanah.
Percobaan ini menggunakan rancangan lingkungan Rancangan Acak Kelompok (RAK) dengan rancangan perlakuan dua faktor, yaitu: faktor pertama adalah perlakuan pengerdilan terdiri dari pengupasan sabut, pemotongan akar, dan pemberian paclobutrazol dan faktor kedua adalah varietas terdiri atas 4 jenis varietas seperti disebut di atas. Pengelompokkan berdasarkan tinggi tanaman yang dibagi menjadi tiga kelompok sebagai ulangan.
Pengamatan dilakukan pada peubah pertumbuhan tinggi bibit, jumlah daun, dan diameter batang semu. Hasil pengamatan menunjukkan bahwa keempat varietas memberikan tanggapan yang berbeda terhadap perlakuan pengerdilan terutama ditunjukkan oleh tinggi tanaman dan diameter batang semu. Varietas yang paling tanggap terhadap perlakuan pengerdilan adalah varietas Raja dan diikuti oleh varietas Salak, varietas Puyuh, dan varietas Merah Malaysia. Perlakuan pengerdilan pemotongan akar tidak nyata menghambat pertumbuhan bibit kelapa dibandingkan dengan kontrol. Perlakuan yang paling nyata adalah perlakuan paclobutrazol pada varietas Raja. Besar penekanan tinggi tanaman dan diameter batang semu pada varietas tersebut masing-masing sebesar 52.19% dan 5.40%.
