Pengaruh perlakuan air hangat dan kemasan plastik terhadap kondisipisang Musa paradisiaca L.varietas raja bulu pada dua suhu simpan
View/ Open
Date
2004Author
Solichin, Mukhamad Anas
Harjadi, Sri Setyati
Metadata
Show full item recordAbstract
Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui pengaruh perlakuan air hangat, kemasan plastik dan penyerap etilen (KMnO4) terhadap kondisi buah pisang (Musa paradisiaca L.) varietas Raja Bulu pada dua kondisi suhu simpan, yang dilaksanakan pada periode Desember 2003-Januari 2004 di Laboratorium Pilot Plant PAU Pangan dan Gizi serta Laboratorium Pengemasan, Departemen Teknologi Industri Pertanian, Fakultas Teknologi Pertanian. Institut Pertanian Bogor.
Rancangan yang digunakan pada penelitian ini adalah Rancangan Acak
Lengkap (RAL) untuk setiap suhu simpan. Perlakuan yang digunakan adalah
perlakuan pra-kemas (perendaman air hangat), faktor kemasan (jenis plastik dan
penyerap etilen) yang dikombinasikan menjadi 8 jenis perlakuan, yaitu: 1).
Kontrol: Tanpa kemasan, tanpa perendaman air hangat (50 °C selama 5 menit),
dan tanpa pemberian KMnO4. 2). AH: Perendaman air hangat tanpa kemasan. 3).
PE: Kemasan plastik polietilen. 4). PE+KMnO4: Kemasan plastik polietilen dan
KMnO4. 5). AH, PE: Air hangat, kemasan plastik polietilen. 5). PVC: Kemasan
plastik polivinilklorida. 6). PVC+KMnO4: Kemasan plastik polivinilklorida dan
KMnO4 dan 8). AH, PVC: Air hangat, kemasan plastik polivinilklorida. Setiap
jenis perlakuan dilakukan dalam tiga ulangan secara tersarang sehingga diperoleh
8x3-24 satuan unit percobaan. Untuk setiap unit percobaan digunakan setengah
sisir pisang. Masing-masing perangkat satuan percobaan disimpan di ruangan
yang berbeda yaitu seperangkat disimpan dalam cool storage/suhu dingin
(13-15 °C) dan seperangkat lagi disimpan pada suhu kamar (26-27 °C). Data hasil
pengamatan dianalisis secara statistik dengan menggunakan uji F; bila berbeda
nyata dilanjutkan dengan Uji Wilayah Berganda Duncan (DMRT) pada taraf
5%. Sedangkan untuk setiap perlakuan yang sama pada suhu simpan yang
berbeda dilakukan uji beda nilai tengah dengan uji t (t-test) pada taraf 1% dan 5%. ...
