Perubahan konsumsi susu keluarga selama krisis moneter
Abstract
Krisis Moneter yang terjadi di negara kita sejak Juli 1997 lalu menyebabkan harga kebutuhan pokok yang melambung, salah satu diantaranya aclalah kenaikan harga susu. Dengan terjadiuya kenaikau harga susu ini maka terclapat keluarga-keluarga yaug melakukan perubahan kousumsi susu keluarganya. Merupakan ha! yang menarik untuk melihat perubahan pola konsumsi susu yang terjadi clan jenis susu yang seperti apa yang banyak mengalarni perubahan.
Dengan melakukan smvei kepacla keluarga-keluarga yang banyak mengkonsumsi susu, yaitu keluarga yang mempunyai anak usia sekolah, clan keluarga yang berasal clari golongan penclapatan menengah, maka akan clapat memberikan gambaran perubahan konsumsi susu keluarga yang terjadi.
Dalam masa krisis moneter, maka sebanyak 38.8 % clari 227 responden mengurangi konsumsi susunya dengan sebesar 8.4 % menghentikan konsumsi susunya. Terclapat sebanyak 6.6 % keluarga yang menukar jenis susu yang dikonsumsinya. Konsumsi susu lebih dipentingkan untuk golongan usia balita, dimaua pacla golongan usia ini persentase banyak balita yang tetap konsumsi susunya lebih bcsar dibaudingkan dengan golongan usia anak clan dewasa. Sebagian besar keluarga yang mengurangi konsumsi susunya merupakan keluarga yang mengalami penurunan penclapatan. Jenis susu yang paling peka terhaclap krisis moneter aclalah jenis susu cair dimana jenis susu ini paling banyak persentase keluarga yang mengurangi yaitu sebesar 45.8 %, dibandingkan dengan jenis susu bubuk, kental clan murni. Sedangkan jenis susu kental merupakan jenis susu yang tidak terlalu peka terhaclap krisis moneter dimana jenis susu ini persentase keluarga yang tetap clan naik konsumsi susu kentalnya paling besar, yaitu sebesar 67.1 %.
