Pengaruh dosis pupuk kalium dan inokulasi cendawan mikoriza arbuskula terhadap rendemen serat rami Boehmeria nivea
Abstract
Penelitian ini dilaksanakan di Kebun Percobaan Teknologi Benih Leuwikopo Darmaga Bogor pada bulan Oktober 2003 sampai dengan Maret 2004. Tujuan penelitian ini adalah untuk mempelajari pengaruh pemberian pupuk kalium dan inokulasi Cendawan Mikoriza Arbuskula terhadap rendemen serat rami.
Bahan yang digunakan antara lain bibit rami varietas Pujon 10 berupa stek rhizome berukuran 10 cm, mycofer, pupuk Urea, pupuk SP-36, dan pupuk KCl. Alat yang digunakan antara lain alat pengolahan tanah, meteran, timbangan, automatic area meter, mikroskop, dan jangka sorong.
Penelitian ini menggunakan Rancangan Kelompok Lengkap Teracak dengan dua faktor. Faktor pertama adalah pemberian pupuk kalium yang terdiri atas 4 taraf yaitu 0 kg/ha (K0), 25 kg/ha (K1), 50 kg/ha (K2), dan 75 kg/ha (K3). Faktor kedua adalah inokulasi cendawan mikoriza yaitu tanpa mikoriza (M0), 5 g mycofer/ bibit (M1). Percobaan dilakukan 3 ulangan sehingga seluruhnya terdapat 24 unit satuan percobaan. Satuan percobaan berupa petak berukuran 3 m x 3 m, dengan populasi tanaman sebanyak 24 tanaman / petak.
Hasil percobaan menunjukkan bahwa rendemen serat dipengaruhi oleh
interaksi antara pupuk K dengan mikoriza. Pemberian mikoriza pada perlakuan
tanpa pupuk K dapat meningkatkan rendemen serat rami dibandingkan dengan
perlakuan tanpa mikoriza dan tanpa pupuk K. Hasil ini sebanding dengan
pemberian mikoriza pada dosis pupuk 50 kg KCl/ha dan 75 kg KCl/ha.
Sebaliknya, pada dosis pupuk 25 kg KCl/ha, pemberian mikoriza menghasilkan
rendemen serat rami yang lebih rendah dibandingkan dengan perlakuan tanpa
pemberian mikoriza. Interaksi antara pupuk kalium dengan mikoriza juga berpengaruh terhadap diameter batang 8 MST, berat kering daun panen kedua, indeks luas daun panen kedua, jumlah spora dan serapan K. Kombinasi perlakuan tanpa mikoriza dan 25 kg KCl/ha menghasilkan diameter batang 8 MST tertinggi. Kombinasi perlakuan mikoriza dan 25 kg KCl/ha menghasilkan berat kering daun dan serapan K pada daun tertinggi. Kombinasi perlakuan mikoriza dengan 50 kg KCl/ha menghasilkan jumlah spora tertinggi. Kombinasi periakuan mikoriza dengan 75 kg KCl/ha
menghasilkan indeks luas daun tertinggi. Pemberian kalium secara tunggal berpengaruh terhadap jumlah batang per
rumpun (13-14 MST), dan kadar K pada daun. Dosis 25 kg KCl/ha menghasilkan rata-rata jumlah batang per rumpun (13-14 MST) tertinggi. Dosis 75 kg KCl/ha menghasilkan rata-rata kadar K pada daun tertinggi.
Mikoriza berpengaruh secara tunggal terhadap jumlah batang per rumpun (13-16 MST), infeksi cendawan dan kadar K pada daun. Pemberian mikoriza menghasilkan jumlah batang per rumpun, infeksi cendawan dan kadar K pada daun yang lebih tinggi dibandingkan dengan perlakuan tanpa mikoriza.
