Studi kualitas estetika dan ekologi lanskap kota : Studi kasus Kecamatan Beji, Kota Depok
Abstract
Pembangunan yang pesat di wilayah perkotaan memyebabkan timbulnya berbagai perubahan. Perubahan tersebut dapat dilihat dari aspek estetika dan ekologi. Secara estetika, banyaknya lahan terbangun yang kurang memperhatikan keserasian dengan lingkungan menimbulkan pemandangan yang kurang menarik. Sedangkan banyaknya lahan bervegetasi yang beralih fungsi menjadi lahan terbangun menimbulkan berbagai perubahan ekologis yang menyebabkan lingkungan perkotaan yang tidak nyaman. Keadaan ini menimbulkan berbagai permasalahan fisik dan psikologis bagi masyarakat kota sehingga kota menjadi tempat yang tidak nyaman.
Penelitian ini dilakukan untuk mempelajari kualitas estetik ekologis lanskap kota dengan studi kasus Kecamatan Beji, Kota Depok yang dilaksanakan pada bulan Maret-Juni 2004. Hasil penelitian ini diharapkan dapat digunakan sebagai informasi dan acuan untuk merencanakan master plan lanskap Kota Depok dengan lebih memperhatikan keindahan kawasan dan tetap melindungi fungsi ekologis kawasan.
Secara umum, metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode
survai yang diawali dengan penentuan tipe lanskap Kecamatan Beji. Kemudian
dilanjutkan dengan pengumpulan data estetik dan ekologis. Pengumpulan data
estetik dimulai dengan penentuan vantage point untuk pengambilan foto, lalu
dilakukan penilaian oleh responden dan datanya dianalisis secara statistik dengan
metode Scenic Beauty Estimation (SBE).
Data ekologis yang dikumpulkan meliputi data kualitas udara dengan parameter debu, hidrokarbon (HC), karbon monoksida (CO) dan nitrogen dioksida (NO2), kebisingan, suhu dan kelembaban. Pada akhirnya, kualitas estetik dan ekologis dikorelasikan untuk mengetahui hubungan antara keduanya. ...
