View Item 
      •   IPB Repository
      • Dissertations and Theses
      • Undergraduate Theses
      • UT - Faculty of Agriculture
      • UT - Agronomy and Horticulture
      • View Item
      •   IPB Repository
      • Dissertations and Theses
      • Undergraduate Theses
      • UT - Faculty of Agriculture
      • UT - Agronomy and Horticulture
      • View Item
      JavaScript is disabled for your browser. Some features of this site may not work without it.

      Pengaruh jenis pupuk kandang dan jarak tanam terhadap pertumbuhan dan produksi jagung manis Zea mays saccharata Sturt.

      Thumbnail
      View/Open
      Full Text (10.12Mb)
      Date
      2004
      Author
      Dewi, Kurniati
      Suwarto
      Budiarti, Tati
      Metadata
      Show full item record
      Abstract
      Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh jenis pupuk kandang, jarak tanam, dan interaksi keduanya terhadap pertumbuhan dan produksi jagung manis. Percobaan dilaksanakan di kebun milik PT. Surya Bumi Manunggal, Ciawi, Bogor pada bulan Desember 2003 sampai Maret 2004 dengan ketinggian tempat percobaan 650 m di atas permukaan laut. Benih jagung manis yang digunakan adalah benih jagung manis nomor SBM-01 dan pupuk kandang yang digunakan berasal dari kotoran ayam pedaging dan kotoran kambing dengan dosis 10 ton/ha. Percobaan ini menggunakan Rancangan Acak Kelompok faktorial dengan dua faktor. Faktor pertama adalah jenis pupuk kandang yang terdiri atas tiga taraf pemakaian pupuk kandang yaitu kontrol, kotoran ayam, dan kotoran kambing; faktor kedua adalah jarak tanam yang terdiri atas 3 taraf yaitu: 75 cm x 20 cm, 75 cm x 25 cm, dan 75 cm x 30 cm. Dengan demikian ada 9 kombinasi perlakuan, dimana setiap perlakuan diulang sebanyak 3 kali. Pemberian pupuk kandang dengan cara menaburkan pada alur tanam dan biarkan selama 1 minggu. Penanaman jagung manis dilakukan dengan cara ditugal dengan jumlah 1 benih/lubang tanam. Pupuk anorganik yang digunakan yaitu 300 kg Phonska/ha diberikan pada saat tanam, 150 kg Urea/ha diberikan pada umur 4 Minggu Setelah Tanam (MST) dan 150 kg ZA/ha diberikan pada umur 6 MST. Pemeliharaan tanamam meliputi penyulaman, penyiangan, pembumbunan, serta pengendalian hama dan penyakit. Penyulaman dilakukan pada 1 MST, penyiangan dan pembumbunan pada 4 MST, penyemprotan pestisida disesuaikan dengan keadaan di lapangan. Dari hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa pemberian pupuk kandang berpengaruh terhadap pertumbuhan dan produksi jagung manis. Pupuk kandang dengan dosis 10 ton/ha meningkatkan tinggi tanaman, diameter batang, panjang tongkol dan bobot tongkol berkelobot jagung manis per petak. Pupuk kandang ayam menghasilkan produksi tongkol berkelobot lebih tinggi dibandingkan pupuk kandang kambing dan tanpa pupuk kandang (kontrol). Pemberian pupuk kandang ayam dan pupuk kandang kambing mampu meningkatkan produksi tongkol berkelobot masing-masing sebesar 27.84% dan 18.98% dibandingkan tanpa dipupuk kandang. ...
      URI
      http://repository.ipb.ac.id/handle/123456789/134639
      Collections
      • UT - Agronomy and Horticulture [7622]

      Copyright © 2020 Library of IPB University
      All rights reserved
      Contact Us | Send Feedback
      Indonesia DSpace Group 
      IPB University Scientific Repository
      UIN Syarif Hidayatullah Institutional Repository
      Universitas Jember Digital Repository
        

       

      Browse

      All of IPB RepositoryCollectionsBy Issue DateAuthorsTitlesSubjectsThis CollectionBy Issue DateAuthorsTitlesSubjects

      My Account

      Login

      Application

      google store

      Copyright © 2020 Library of IPB University
      All rights reserved
      Contact Us | Send Feedback
      Indonesia DSpace Group 
      IPB University Scientific Repository
      UIN Syarif Hidayatullah Institutional Repository
      Universitas Jember Digital Repository