Ketahanan Penetrasi Tanah sebagai akibat Perlakuan Tanaman Vetiver (Chrysopogon zizanioides L.) dan Orok-Orok (Crotalaria juncea L.)
Date
2023-12-07Author
Aryagina, Winda Aqnar
Purwakusuma, Wahyu
Yusuf, Sri Malahayati
Metadata
Show full item recordAbstract
Ketahanan penetrasi tanah merupakan refleksi mudah tidaknya tanah
ditembus oleh akar tanaman. Ketahanan tanah terhadap penetrasi dipengaruhi oleh
sifat fisik dan sifat kimia tanah seperti kandungan air di dalam tanah, bahan organik tanah, kepadatan tanah serta tekstur tanah. Penelitian mengenai ketahanan
penetrasi tanah serta keterkaitannya dengan sifat-sifat tanah dan perakaran
tanaman telah dilakukan pada skala rumah kaca menggunakan Rancangan Acak
Lengkap faktorial dengan dua faktor, yaitu jenis tanah dan jenis tanaman. Hasil
penelitian menunjukkan bahwa sifat-sifat tanah yang mempengaruhi ketahanan
penetrasi diantaranya adalah tekstur tanah dan bobot isi. Tanah yang ditanami
vetiver memiliki nilai ketahanan penetrasi yang lebih tinggi dibandingkan dengan
tanah yang ditanami orok-orok. Kontrol memiliki rataan nilai ketahanan penetrasi
paling tinggi yaitu 299,17 Pa. Semakin tinggi bobot isi maka semakin besar pula
ketahanan penetrasi tanah. Latosol memiliki rataan nilai ketahanan penetrasi yang
lebih tinggi dibandingkan dengan Regosol. Latosol memiliki tekstur yang
didominasi oleh fraksi klei sehingga memiliki pori mikro lebih tinggi dan
ketahanan penetrasi lebih besar. Vetiver pada Regosol mempunyai bobot kering
akar paling tinggi. Semakin panjang akar, semakin tinggi bobot kering akar dan akan semakin besar ketahanan penetrasi tanahnya.
