Daya Saing dan Aliran Perdagangan Lada Utuh dan Lada Bubuk Indonesia di Pasar Internasional
Date
2024-01-10Author
Lestari, Puspita Mardika
Nurmalina, Rita
Harmini
Metadata
Show full item recordAbstract
Lada Indonesia memiliki produksi dan luas tanam terbesar dibandingkan negara pesaing lainnya. Namun, rata-rata pertumbuhan nilai ekspor lada lebih rendah dibandingkan rata-rata pertumbuhan nilai impornya, dan produktivitas lada domestik dibawah produktivitas lada dunia. Padahal Pemerintah memiliki program gerakan tiga kali ekspor (Gratieks), maka penting untuk mengetahui daya saing dan faktor-faktor yang memengaruhi aliran perdagangan lada utuh dan lada bubuk Indonesia agar mampu mendominasi dan bertahan di tengah persaingan dunia.
Tujuan penelitian ini adalah 1) menganalisis tingkat daya saing lada utuh dan lada bubuk di pasar internasional serta menganalisis tingkat dan dinamika posisi daya saing lada utuh dan lada bubuk Indonesia di negara tujuan ekspor, 2) menganalisis faktor-faktor yang memengaruhi aliran perdagangan ekspor lada utuh dan lada bubuk Indonesia ke negara tujuan ekspor, dan 3) menganalisis potensi perdagangan lada utuh dan lada bubuk Indonesia di negara tujuan ekspor di masa mendatang. Penelitian ini menggunakan data sekunder berupa data panel lada utuh dan lada bubuk periode 2006-2020. Data diolah dengan menggunakan analisis: 1) deskriptif, 2) revealed comparative advantage (RCA) dan dynamic revealed comparative advantage (DRCA), 3) gravity model, 4) rasio potensi perdagangan.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa lada utuh Indonesia dan di 10 negara tujuan ekspor berdaya saing kuat, dengan daya saing yang tertinggi di Perancis, Cina, dan Vietnam. Berbeda dengan lada utuh, lada bubuk Indonesia di pasar internasional tidak berdaya saing dan di negara tujuan yang berdaya saing kuat di Belgia, Belanda, Jerman, dan Hongkong. Selain itu, dinamika posisi daya saing lada utuh dengan pertumbuhan positif terbanyak di Jepang, sehingga di posisi rising star pada periode kelima (2018-2020), sedangkan lada bubuk Indonesia menunjukkan pertumbuhan positif terbanyak dan di posisi rising star di Hongkong.
Variabel-variabel yang berpengaruh positif terhadap volume ekspor lada utuh adalah PDB Indonesia, nilai tukar rupiah terhadap LCU, dan daya saing (RCA) lada utuh Indonesia di negara tujuan, sedangkan PDB negara tujuan ekspor, jarak ekonomi, populasi, dan dummy SPS tidak berpengaruh signifikan. Sementara itu, pengaruh positif terhadap volume ekspor lada bubuk adalah daya saing (RCA) lada bubuk Indonesia di negara tujuan, sedangkan PDB Indonesia, PDB negara tujuan ekspor, jarak ekonomi, nilai tukar rupiah terhadap LCU, populasi, dan dummy SPS tidak berpengaruh signifikan. Pada masa mendatang, lada utuh Indonesia memiliki perdagangan yang under trade di semua negara tujuan, dengan tren potensi perdagangan yang positif di Jepang, Belanda, Singapura, India, dan Cina. Di sisi lain, lada bubuk Indonesia memiliki perdagangan yang under trade di Amerika Serikat, Australia, Malaysia, Jepang, Belanda, Hongkong, dan Timor Leste, dengan tren potensi perdagangan yang positif di Amerika Serikat dan Australia.
Collections
- MT - Economic and Management [3229]
