View Item 
      •   IPB Repository
      • Dissertations and Theses
      • Master Theses
      • MT - Economic and Management
      • View Item
      •   IPB Repository
      • Dissertations and Theses
      • Master Theses
      • MT - Economic and Management
      • View Item
      JavaScript is disabled for your browser. Some features of this site may not work without it.

      Perbandingan Saluran Pemasaran Mentimun Melalui Sub Terminal Agribisnis (STA) dan Pedagang Pengumpul di Kota Payakumbuh Sumatra Barat

      Thumbnail
      View/Open
      Cover (752.1Kb)
      Fullteks (1.531Mb)
      Lampiran (409.3Kb)
      Date
      2024-01-02
      Author
      Hamida, Rosy
      Harianto
      Suryana, Achmad
      Metadata
      Show full item record
      Abstract
      Pemasaran komoditas hortikultura cukup berisiko karena sifat produk yang mudah rusak, produksi musiman, serta harga yang berfluktuasi mulai tingkat produsen hingga konsumen. Pemasaran produk pertanian biasanya memiliki mata rantai panjang dan bergantung pada pelaku pasar tingkat hilir. Akibatnya, peran produsen dalam menetapkan harga jual belum jelas, sehingga petani hanya memperoleh sedikit keuntungan. Dalam kegiatan pemasaran umumnya melibatkan beberapa lembaga pemasaran. Salah satu bentuk perhatian pemerintah dalam mengembangkan infrastruktur pemasaran adalah dengan mengembangkan lembaga pemasaran STA. Kota Payakumbuh merupakan salah satu daerah pengembangan lembaga STA yang masih aktif di antara lembaga pemasaran STA lainnya yang ada di Sumatra Barat dengan dibuktikan berhasilnya dalam sistem pengelolaan STA yang semakin besar dalam pemasaran produk buah dan sayuran. Komoditi buah dan sayuran yang tertinggi yang dipasarkan oleh STA adalah mentimun, hal ini dibuktikan dengan tren produksi mentimun tertinggi dibandingkan dengan jenis tanaman buah dan sayuran lainnya di Kota Payakumbuh. Selain lembaga STA di Kota Payakumbuh masih didapati lembaga tradisional (pedagang pengumpul). Berdasarkan hasil wawancara dengan penyuluh Kota Payakumbuh 54 persen petani mentimun lebih memilih memasarkan hasil produksinya melalui pedagang pengumpul dan 46 persen petani mentimun yang hanya memasarkan melalui STA. Hal ini mengindikasikan bahwa petani belum sepenuhnya memanfaatkan saluran pemasaran melalui lembaga STA dalam memasarkan hasil produksinya. Pilihan saluran pemasaran yang tepat dapat berdampak pada pendapatan petani. Tujuan penelitian adalah 1) menganalisis perbandingan saluran pemasaran dan fungsi lembaga pemasaran mentimun melalui STA dan pedagang pengumpul di Kota Payakumbuh, 2) menganalisis perbandingan efisiensi pemasaran mentimun melalui STA dan pedagang pengumpul di Kota Payakumbuh, 3) menganalisis faktor yang mempengaruhi pilihan petani dalam memasarkan mentimun yang melalui STA dan pedagang pengumpul di Kota Payakumbuh. Jumlah responden penelitian 124 orang, dikelompokan menjadi responden melalui STA dan pedagang pengumpul. Metode yang digunakan analisis saluran pemasaran, fungsi-fungsi pemasaran, efisiensi operasional pemasaran dengan pendekatan margin pemasaran dan farmer’s share serta analisis regresi logistik. Hasil penelitian menunjukkan saluran pemasaran mentimun di Kota Payakumbuh baik melalui STA dan pedagang pengumpul terdapat lima lembaga pemasaran. Lembaga pemasaran mentimun di Kota Payakumbuh melakukan fungsi-fungsi pemasaran sesuai dengan peranan masing-masing lembaga pemasaran. Saluran pemasaran melalui lembaga STA terdapat lima saluran pemasaran, sedangkan melalui pedagang pengumpul terdapat empat saluran pemasaran. Pemasaran yang dilakukan oleh STA dan pedagang pengumpul dilakukan secara langsung dan tidak langsung. Dua dari lima jumlah STA yang aktif melakukan pemasaran langsung kepada pengecer, sedangkan dua dari enam pedagang pengumpul melakukan pemasaran langsung kepada pengecer. Sasaran pasar dari STA dan pedagang pengumpul adalah pasar-pasar tradisional dalam maupun luar provinsi Sumatra Barat. Pemasaran mentimun di Kota Payakumbuh yang di evaluasi dengan pendekatan efisiensi pemasaran operasional melalui analisis margin pemasaran dan farmer’s share menunjukan bahwa lembaga STA lebih efisien dibandingkan dengan lembaga pedagang pengumpul. Hal ini ditunjukkan dengan rendahnya nilai margin pemasaran serta tingginya nilai farmer’s share dibandingkan dengan nilai margin pemasaran dan farmer’s share pada lembaga pedagang pengumpul. Sedangkan faktor-faktor yang mempengaruhi pilihan petani dalam memasarkan mentimun melalui STA atau pedagang pengumpul adalah umur dan kemudahan dalam menjual hasil panen berpengaruh signifikan terhadap pilihan petani dalam menentukan saluran pemasaran. Untuk meningkatkan kinerja STA di Kota Payakumbuh disarankan bagi STA untuk melakukan pendekatan lebih intensif dan diseminasi informasi kepada petani.
      URI
      http://repository.ipb.ac.id/handle/123456789/134231
      Collections
      • MT - Economic and Management [3203]

      Copyright © 2020 Library of IPB University
      All rights reserved
      Contact Us | Send Feedback
      Indonesia DSpace Group 
      IPB University Scientific Repository
      UIN Syarif Hidayatullah Institutional Repository
      Universitas Jember Digital Repository
        

       

      Browse

      All of IPB RepositoryCollectionsBy Issue DateAuthorsTitlesSubjectsThis CollectionBy Issue DateAuthorsTitlesSubjects

      My Account

      Login

      Application

      google store

      Copyright © 2020 Library of IPB University
      All rights reserved
      Contact Us | Send Feedback
      Indonesia DSpace Group 
      IPB University Scientific Repository
      UIN Syarif Hidayatullah Institutional Repository
      Universitas Jember Digital Repository