Pengujian efikasi bifenthrin pada kayu lapis terhadap rayap tanah Coptotermes curvignathus Holmgren secara lapangan
View/ Open
Date
2002Author
Prastyawati, Purnami Tri
Tarumingkeng, Rudy C.
Metadata
Show full item recordAbstract
Kayu lapis merupakan material istimewa, karena memiliki beberapa keunggulan dibanding kayu gergajian, diantaranya mempunyai keteguhan yang lebih merata pada seluruh arah permukaan, mempunyai ukuran dimensi yang sama, lebih stabil dibanding dengan kayu solid, ukuran lebih lebar, kayu lapis dapat dilengkumgkan dari lengkung biasa sampai bergelombang membentuk lingkaran. schingga merupakan material yang kuat dan fleksibel. Kebutuhan kayu lapis untuk bahan bangunan semakin meningkat, hal ini dapat diketahui dengan banyaknya permintaan pasar internasional terhadap produk kayu lapis Indonesia. Dilain pihak, bahan baku kayu lapis biasanya dibuat dari jenis kayu yang memiliki keawetan rendah sehingga mudah diserang oleh mikroorganisme perusak kayu seperti, jamur. rayap, marine borer dan lain-lain. Selain itu Indonesia merupakan negara yang beriklim tropis. mempunyai keanekaragaman mikroorganisme perusak yang tinggi.
Salah satu mikroorganisme perusak kayu yang menyebabkan kerugian cukup besar adalah rayap tanah Coptotermes curvignathus Holmgren (Isoptera: Rhinotermitidae). Rayap jenis ini merupakan rayap tanah yang ganas dan penyebarannya cukup luas. Bifenthrin adalah salah satu jenis bahan pengawet ramah lingkungan, penggunaannya pada kayu lapis pada dosis tertentu perlu diketahui untuk tujuan efisiensi pemakaian bahan pengawet.
Kayu lapis yang diproduksi oleh PT. Alas Kusuma. Pontianak dan PT. Kayu Lapis Indonesia. Semarang mengandung bahan pengawet Bifenthrin dengan dosis 10 gr a.i/m³, 20 gr a.i/m³, 30 gr ai/m³, 40 gr a.i/m³ dan 0 gr a.i/m³ sebagai contoh uji kontrol, kemudian untuk setiap 1 m³ kayu lapis yang dihasilkan diambil sampel berukuran 45 x 45 cm sebanyak 4 buah, dan dibuat contoh uji dengan ukuran 20 x 4 cm. Contoh uji tersebut dimasukkan ke dalam termitarium yang telah diisi dengan media rayap, yang terdiri dari 1000 gram tanah dan 200 gram serbuk pinus dengan kelembaban 80%. selanjutnya rayap tanah Coprotermes curvignathus Holmgren (± 1000 ekor) dimasukkan ke dalam botol dan ditaruh pada ruangan gelap dengan suhu ± 30° C selama 2 bulan. Masing-masing perlakuan diulang sebanyak 3 kali. ...
Collections
- UT - Forestry Products [2469]
