Hubungan tingkat intersepsi hujan dengan indeks luas daun pada tanaman kelapa sawit
Abstract
Intersepsi hujan merupakan bagian dari curah hujan (CH) yang ditahan oleh permukaan vegetasi sehingga tidak sampai jatuh ke permukaan tanah yang sebagian diuapkan kembali ke atmosfer dan sebagian lagi diserap melalui daun ke dalam jaringan tanaman,
Tujuan penelitian ini adalah untuk memperoleh informasi tentang hubungan antara tingkat intersepsi hujan (int) dengan indeks luas daun (LAI) dan untuk mengetahui jumlah curah hujan netto yang mencapai permukaan tanah pada tanaman kelapa sawit (Elaeis guineensis Jacq). Pada penelitian ini dilakukan pengukuran, pengamatan dan analisis terhadap curahan tajuk, aliran batang dan intersepsi hujan. Sedangkan untuk peubah tanaman yang diamati adalah panjang dan lebar anak daun, jumlah anak daun per pelepah dan jumlah pelepah per pohon.
Pengamatan dilakukan pada tiga pohon berdasarkan tahun tanam, yakni tanaman tahun tanam 1977, 1992 dan 1994 tanpa ada perlakuan ulangan. Masing-masing tahun tanam mendapatkan perlakuan yang sama seperti pemupukan dan perlindungan tan tanaman berdasarkan standarisasi di PT Perkebunan Nusantara VII. Hasil pengamatan dianalisis dengan pendekatan logaritmik dan regresi liniar sederhana
Hasil penelitian menunjukkan bahwa hubungan antara curah hujan dengan curahan tajuk dan dengan aliran batang merupakan hubungan logaritmik. Sedangkan curah hujan yang diatas tajuk memiliki hubungan yang liniar terhadap jumlah air yang terintersepsi oleh tajuk dengan peningkatan LAI. Hal ini menyerupai hubungan antara slope intersepsi dan curah hujan (Int/CH) dengan LAI untuk ketiga tahun tanam yang juga membentuk hubungan liniar. Pendugaan intersepsi hujan oleh tajuk tanaman kelapa sawit pada berbagai tingkat LAI dapat dilakukan dengan menggunakan persamaan sebagai berikut:
Int (0,0975 x LAI x CH)
Curahan tajuk pada tahun tanam 1977 (381,7 mm) lebih kecil dibandingkan tahun tanam 1992 (488,2 mum) dan tahun tanam 1994 (730,2 mm) Aliran batang yang terbesar terjadi pada tahun tanam 1994 (10,98 mm) sedangkan yang terkecil terjadi pada tahun tanam 1977 (5,13 mm) dan untuk tahun tanam 1992 (7,77 mm) aliran batanguya lebih besar dari tahun tanam 1977 namun lebih kecil dari tahun tanam 1994.
Intersepsi hujan pada tahun tanam 1977 (962,16 mm) lebih tinggi dibandingkan tahun tanam 1992 (853,01 mum) sedangkan intersepsi hujan pada tahun tanaım 1994 (607,85 mm) lebih kecil dari tahun tanam 1992 (853,01 mm). Curah hujan netto yang mencapai permukaan tanah, yang terbesar terjadi pada tahun tanam 1994 (741,15 mm) dan untuk tahun tanam 1992 (495,99 mm) lebih tinggi dari tahun tanam 1977 (386,84 mm).
