View Item 
      •   IPB Repository
      • Dissertations and Theses
      • Undergraduate Theses
      • UT - Faculty of Mathematics and Natural Sciences
      • UT - Computer Science
      • View Item
      •   IPB Repository
      • Dissertations and Theses
      • Undergraduate Theses
      • UT - Faculty of Mathematics and Natural Sciences
      • UT - Computer Science
      • View Item
      JavaScript is disabled for your browser. Some features of this site may not work without it.

      Kombinasi algoritma sha 1 dan algoritma rsa untuk membentuk tanda tangan digital

      Thumbnail
      View/Open
      Fulltext (1.139Mb)
      Date
      2003
      Author
      Mustikawati, Sari
      Silalahi, Bib Paruhun
      Karyadin, Rindang
      Metadata
      Show full item record
      Abstract
      Tanda tangan digital termasuk ke dalam teknik kriptografi yang memanfaatkan teknologi kunci publik (enkripsi asimetris). Tanda tangan digital dapat dibuat dengan mengkombinasikan teknik hashing (untuk membentuk message digest dari pesan asli) dan enkripsi asimetris (untuk membentuk kunci publik dan kunci privat). Teknik hashing yang digunakan adalah teknik rashing satu arah dengan menggunakan algoritma SHA 1, sedangkan algoritma RSA digunakan untuk enkripsi asimetris Tulisan ini bertujuan untuk mempelajari, menganalisis, dan mengimplementasikan pembentukan dan verifikasi tanda tangan digital menggunakan dua metode, yaitu dengan mengkombinasikan algoritma SHA 1 dan algoritma RSA dan dengan menggunakan algoritma RSA saja. Analisis yang dilakukan pada kedua algoritma ini meliputi analisis algoritma, dan analisis hasil implementasi. Analisis terhadap algoritma SHA | menunjukkan bahwa algoritma ini memiliki kompleksitas O(n) untuk kasus terburuk. Sedangkan untuk pembentukan kunci publik dan kunci privat dengan algoritma RSA diperlukan beberapa algoritma pendukung, yaitu algoritma Miller Rabin, Witness, Euclid, dan Extended Euclid. Semua algoritma pendukung tersebut memiliki kompleksitas waktu yang sama, yaitu O(k), dengan adalah panjang representasi bit bilangan bulat. Kompleksitas waktu yang didapatkan untuk proses pembentukan tanda tangan digital dengan kedua metode ini adalah sama yaitu O(nk). Untuk proses verifikasi, kompleksitas waktu yang didapatkan dengan menggunakan kombinasi dua algoritma adalah O(1 + k) dan untuk algoritma RSA adalah O(n + k). Pada proses pembentukan tanda tangan digital menggunakan kombinasi dua algoritma yang ditandatangani adalah message digest yang dihasilkan oleh algoritma SHA 1, sedangkan pada algoritma RSA yang ditandatangani adalah pesan itu sendiri. Dari hasil implementasi didapatkan untuk proses pembentukan tanda tangan digital menggunakan kombinasi dua algoritma lebih cepat dibandingkan dengan menggunakan algoritma RSA saja untuk file-file yang berukuran besar, dst
      URI
      http://repository.ipb.ac.id/handle/123456789/134121
      Collections
      • UT - Computer Science [2482]

      Copyright © 2020 Library of IPB University
      All rights reserved
      Contact Us | Send Feedback
      Indonesia DSpace Group 
      IPB University Scientific Repository
      UIN Syarif Hidayatullah Institutional Repository
      Universitas Jember Digital Repository
        

       

      Browse

      All of IPB RepositoryCollectionsBy Issue DateAuthorsTitlesSubjectsThis CollectionBy Issue DateAuthorsTitlesSubjects

      My Account

      Login

      Application

      google store

      Copyright © 2020 Library of IPB University
      All rights reserved
      Contact Us | Send Feedback
      Indonesia DSpace Group 
      IPB University Scientific Repository
      UIN Syarif Hidayatullah Institutional Repository
      Universitas Jember Digital Repository