View Item 
      •   IPB Repository
      • Dissertations and Theses
      • Undergraduate Theses
      • UT - Faculty of Mathematics and Natural Sciences
      • UT - Biology
      • View Item
      •   IPB Repository
      • Dissertations and Theses
      • Undergraduate Theses
      • UT - Faculty of Mathematics and Natural Sciences
      • UT - Biology
      • View Item
      JavaScript is disabled for your browser. Some features of this site may not work without it.

      Interaksi thielaviopsis paradoxa dengan kalus aquilaria spp.

      Thumbnail
      View/Open
      Fulltext (4.592Mb)
      Date
      1998
      Author
      Rostika, Roseu
      Rahayu, Gayuh
      Umboh, M.Irene J.
      Affandi, Hilman
      Metadata
      Show full item record
      Abstract
      Aquilaria spp. adalah tananian hutan yang dapat menghasilkan komoditas non kayu, yaitu gaharu. Senyawa gaharu merupakan resin yang nındah menguap dari senyawa-senyawa sesquiterpenoid atau turunan chromone. Gaharu terbentuk sebagai reaksi pertahanan Aquilaria terhadap serangan mikroorganisme. Thielaviopsis paradoxa adalah salah satu mikroorganisme yang berasosiasi dengan gumpalan gaharu. Bentuk interaksi antara inang dengan cendawan patogen dapat dilihat dari hasil interaksi kultur ganda kalus inang dengan koloni cendawan, dan dari pembentukan senyawa-senyawa baru dalam kalus yang diberi elisitor cendawan. Pada interaksi kultur ganda, pertumbuhan koloni dan perubahan dalam penampakan kalus diamati. Kalus tersebut diekstraksi dengan eter setelah diinkubasi, kemudian senyawa gaharunya dianalisis dengan GLC. Senyawa gaharu pada kalus dibandingkan dengan senyawa gaharu pada standar. Pada kalus yang diinduksi oleh substansi ekstraseluler (elisitor) T. paradoxa, kalus diekstraksi dengan eter dan aseton, kemudian dianalisis kandungan senyawa gaharunya setelah diinkubasi selama 48 jam. Pertumbuhan koloni T. paradoxa terhambat dengan adanya kalus, sedangkan kalus mengeluarkan cairan berwarna putih keruh sebagai reaksi pertahannya terhadap T. paradoxu. Beberapa senyawa gaharu terbentuk dalam kalus yang dikulturkan bersama koloni 7. paradoxa, maupun kalus yang ditetesi dengan elisitor. Kandungan senyawa gaharu pada kalus hasil interaksi kultur ganda, A. filaria lebih beragam daripada A. malaccensis dan A. crassna. Pada kalus yang ditetesi elisitor 7. paradoxa, kalus yang tidak menggumpal (meristematik) menghasilkan tiga senyawa gaharu masing-masing satu senyawa pada 4. malaccensis dengan ekstraksi aseton, dan dua senyawa pada A. filaria dengan ekstraksi eter dan aseton. Dari kalus yang menggumpal (non meristematik) menghasilkan satu senyawa gaharu yaitu hanya pada A. filaria dengan ekstraksi aseton.
      URI
      http://repository.ipb.ac.id/handle/123456789/133910
      Collections
      • UT - Biology [2401]

      Copyright © 2020 Library of IPB University
      All rights reserved
      Contact Us | Send Feedback
      Indonesia DSpace Group 
      IPB University Scientific Repository
      UIN Syarif Hidayatullah Institutional Repository
      Universitas Jember Digital Repository
        

       

      Browse

      All of IPB RepositoryCollectionsBy Issue DateAuthorsTitlesSubjectsThis CollectionBy Issue DateAuthorsTitlesSubjects

      My Account

      Login

      Application

      google store

      Copyright © 2020 Library of IPB University
      All rights reserved
      Contact Us | Send Feedback
      Indonesia DSpace Group 
      IPB University Scientific Repository
      UIN Syarif Hidayatullah Institutional Repository
      Universitas Jember Digital Repository