View Item 
      •   IPB Repository
      • Dissertations and Theses
      • Undergraduate Theses
      • UT - Faculty of Mathematics and Natural Sciences
      • UT - Chemistry
      • View Item
      •   IPB Repository
      • Dissertations and Theses
      • Undergraduate Theses
      • UT - Faculty of Mathematics and Natural Sciences
      • UT - Chemistry
      • View Item
      JavaScript is disabled for your browser. Some features of this site may not work without it.

      Produksi asam glukuronat dan askorbat dari fermentasi daun ubi jalar(Ipomoea batatas) oleh acetobacter-saccharomyces

      Thumbnail
      View/Open
      Fulltext (2.862Mb)
      Date
      2003
      Author
      Anwar, Yessy
      Seno, Djarot Sasongko Hami
      Nurhidayat, Novik
      Metadata
      Show full item record
      Abstract
      Salah satu tumbuhan obat yang banyak digunakan oleh masyarakat adalah ubi jalar (Ipomoea batatas). Ubi jalar merupakan sumber karbohidrat yang penting disamping padi, jagung, dan ubi-ubian yang lainnya. Daun tumbuhan ini biasa digunakan sebagai obat penurun panas, penyembuh luka. Umumnya daun ini dikonsumsi dalam bentuk segar seperti direbus untuk diambil airnya dan digunakan sebagai minuman ataupun dapat langsung dimakan sebagai sayuran. Upaya memanfaatkan daun ubi jalar dalam bentuk produk lain adalah menjadikannya sebagai minuman fermentasi untuk produksi asam glukuronat dan askorbat. Fermentasi yang dilakukan menggunakan SAS (simbiosis Acetobacter xylinum-Saccharomyces cerevisiae) dan KAS (konsorsium Acetobacter xylinum- Saccharomyces cerevisiae) dengan variasi konsentrasi sukrosa 50 g/L, 100 g/L, 150 g/L, dan 250 g/L. Dalam penelitian ini dilakukan analisis asam organik dan uji antioksidan. Untuk konsentrasi sukrosa 50 g/L dibandingkan dengan seduhan daun I. batatas sebelum fermentasi. Hasil analisis dengan KCKT menunjukkan bahwa terjadi peningkatan kadar asam glukuronat dan askorbat pada seduhan daun I. batatas setelah fermentasi, masing-masing 45% dan 40%. Konsentrasi asam głukuronat dan askorbat berbanding lurus terhadap konsentrasi sukrosa terutama pada fermentasi oleh SAS. Pada fermentasi ini konsentrasi sukrosa memberikan pengaruh yang berbeda nyata terhadap konsentrasi asam glukuronat dan askorbat. Produksi asam glukuronat dan askorbat pada fermentasi seduhan daun 1. batatas oleh SAS lebih baik dari pada KAS. Aktivitas antioksidan seduhan daun I. batatas sebelum fermentasi 0.533 M dan 2.964 M setelah fermentasi. Asam-asam organik khususnya asam głukuronat dan askorbat yang dianalisis dengan KCKT dapat berfungsi sebagai antioksidan. Aktivitas antioksidan tidak hanya ditentukan oleh konsentrasi asam organik tetapi juga oleh molekul atau senyawa lain yang dihasilkan oleh metabolisme mikroorganisme pada sistem fermentasi.
      URI
      http://repository.ipb.ac.id/handle/123456789/133809
      Collections
      • UT - Chemistry [2295]

      Copyright © 2020 Library of IPB University
      All rights reserved
      Contact Us | Send Feedback
      Indonesia DSpace Group 
      IPB University Scientific Repository
      UIN Syarif Hidayatullah Institutional Repository
      Universitas Jember Digital Repository
        

       

      Browse

      All of IPB RepositoryCollectionsBy Issue DateAuthorsTitlesSubjectsThis CollectionBy Issue DateAuthorsTitlesSubjects

      My Account

      Login

      Application

      google store

      Copyright © 2020 Library of IPB University
      All rights reserved
      Contact Us | Send Feedback
      Indonesia DSpace Group 
      IPB University Scientific Repository
      UIN Syarif Hidayatullah Institutional Repository
      Universitas Jember Digital Repository