View Item 
      •   IPB Repository
      • Dissertations and Theses
      • Undergraduate Theses
      • UT - Faculty of Mathematics and Natural Sciences
      • UT - Biology
      • View Item
      •   IPB Repository
      • Dissertations and Theses
      • Undergraduate Theses
      • UT - Faculty of Mathematics and Natural Sciences
      • UT - Biology
      • View Item
      JavaScript is disabled for your browser. Some features of this site may not work without it.

      Viabilitas spermatozoa lebah madu apis meltifera L.(hymenoptera: apidae) pada berbagai temperatur penyimpanan dalam media pengecer dengan kadar glukosa yang berbeda

      Thumbnail
      View/Open
      Fulltext (5.545Mb)
      Date
      1999
      Author
      Tarliyah, Lea
      Waluyo, Djoko
      Boediono, Arief
      Metadata
      Show full item record
      Abstract
      Masalah utama dalam perkawinan ratu lebah baik secara alamiah maupun secara Inseminasi Buatan (IB) dalam usaha meningkatkan populasi dan produktivitas ternak termasuk lebah adalah sperma. Dalam penelitian ini kedewasaan lebah jantan diamati dari ciri morfologi eksternal yang berkorelasi dengan umur jantan. Morfologi eksternal lebah jantan dewasa kelamin dalam penelitian ini memiliki warna abdomen bergaris kuning pada latar belakang warna hitam 76,28% (164/215) dan yang memiliki jumlah bulu punggung sedang 99,06% (213/215). Jantan dewasa kelamin akan menghasilkan semen yan mengandung sperma matang dengan warna krem kekuningan dan berbeda dari mukus yang berwarna putih. Morfologi sperma yang teramati dalam penelitian ini adalah ukuran dan abnormalitas sperma. Ukuran sperma berkisar antara 107,50-412,50µm (rata-rata 217,57µm) dengan panjang kepala antara 5-10µm (rata-rata 7,52µm). Abnormalitas sperma sesaat setelah pengoleksian terlihat dengan adanya sperma ekor melipat 19,83%, ekor patah 12,75%, ekor bercabang 6,42%, dan kepala bercabang 2,25%. Untuk kepentingan perkawinan secara inseminasi buatan sperma harus tersedia setiap saat, sehingga dibutuhkan kondisi optimum yang dapat mempertahankan sperma di luar tubuh. Pengaruh temperatur penyimpanan (5°C, 27°C dan 37°C) dan kadar glukosa (0%, 0,3%, 0,6%, dan 0,9%) dalam media pengencer terhadap viabilitas sperma diamati dalam rangkaian penelitian ini. Viabilitas sperma tertinggi dicapai pada temperatur penyimpanan 5°C dalam media pengencer dengan kadar glukosa 0,9%. Pada kondisi tersebut sperma masih dapat bertahan hingga 36 jam setelah pengoleksian dengan konsentrasi sperma motil sebanyak 0,19x10 sperma/ml. Viabilitas yang tinggi secara umum dicapai sperma pada temperatur penyimpanan 5°C dalam berbagai tingkat kadar glukosa,
      URI
      http://repository.ipb.ac.id/handle/123456789/133758
      Collections
      • UT - Biology [2401]

      Copyright © 2020 Library of IPB University
      All rights reserved
      Contact Us | Send Feedback
      Indonesia DSpace Group 
      IPB University Scientific Repository
      UIN Syarif Hidayatullah Institutional Repository
      Universitas Jember Digital Repository
        

       

      Browse

      All of IPB RepositoryCollectionsBy Issue DateAuthorsTitlesSubjectsThis CollectionBy Issue DateAuthorsTitlesSubjects

      My Account

      Login

      Application

      google store

      Copyright © 2020 Library of IPB University
      All rights reserved
      Contact Us | Send Feedback
      Indonesia DSpace Group 
      IPB University Scientific Repository
      UIN Syarif Hidayatullah Institutional Repository
      Universitas Jember Digital Repository