Pencirian fraksi aktif daun Dysoxylum acutangulum MIQ.(Meliaceae)
View/ Open
Date
2004Author
Sakti, Adityo Hapsoro
Syahbirin, Gustini
Prijono, Djoko
Metadata
Show full item recordAbstract
Tumbuhan Dysoxylum acutangulum Miq. (Meliaceae) dalam penelitian sebelumnya dinyatakan aktif pada bagian ranting, kulit batang, biji dan daunnya sebagai insektisida botani. Senyawa aktif yang terdapat di dalam tumbuhan D. acutangulum diperkirakan senyawa golongan terpenoid. Uji pendahuluan dari ekstrak kering daun D. acutangulum positif mengandung senyawa golongan terpenoid atau steroid.
Fraksi kloroform dari hasil pemisahan dengan metode flash chromatography dinyatakan aktif terhadap ulat Crocidolomia pavonana (F.) dengan total mortalitas kumulatif 100%. Analisis statistik pada larva ulat C. pavonana instar II menyatakan bahwa fraksi kloroform berbeda nyata dibandingkan fraksi etil asetat, fraksi metanol, dan fraksi aseton. Hasil uji fitokimia menandakan adanya senyawa golongan terpenoid atau steroid di dalam fraksi kloroform, aseton, dan metanol. Fraksi ke-18 dari hasil fraksinasi lanjutan dengan menggunakan kromatografi kolom menghasilkan satu pola pemisahan pada KLT dengan eluen eter:heksana (1:1).
Spektrum ulatraviolet fraksi ke-18 menunjukkan puncak pada 258 nm yang menandakan ada transisi dari π-π*. Sifat transisi tersebut menyatakan kemungkinan adanya kromofor-kromofor seperti C-C-, -C-O, -COOR, atau COOH. Spektrum inframerah menyatakan adanya gugus C-H aromatik (3395.4 dan 756.1 nm), uluran metilena simetri atau alkena alifatik (2857.8 nm), vibrasi tekuk CH dari CH₂ atau CH3, serta indikasi adanya gugus karboksilat (2925.8 nm, 1726.0 nm, dan 1171.9 nm).
Collections
- UT - Chemistry [2295]
