Willingness to pay masyarakat terhadap perbaikan ekosistem hutan mangrove Muara Angke, Jakarta Utara melalui pendekatan contingent valuation method(CVM) dengan analisis regresi logit
Abstract
Pada wilayah pesisir Indonesia terdapat ekosistem hutan mangrove yang sering disebut sebagai hutan bakau dan hutan payau. Istilah hutan bakau umum digunakan di Indonesia karena sebagian besar hutan mangrove ditumbuhi oleh jenis bakau dan tinjang (Rhizophora mucionata). Pada hutan mangrove, tumbuh pula jenis Avicennia marina, A. alba, Brugulera gymnorhiza, B. cylindrica, Phizophora mucionata, R. apiculata, R. stylosa, Sunneatia albu, dan S. caseolaris.
Pada kawasan Hutan Mangrove di Muara Angke Jakaria Utara, sebagian dari hutan mangrove dijadikan areal pemukiman elite oleh pihak pengembang Pantai Indah Kapuk (PT Mandara Permai), sedangkan sebagian lagi dikelola oleh Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA). BKSDA merupakan lembaga yang terpisah dari Perhutani meskipun berada di bawah naungan departemen yang sama, yaitu Departemen Kehutanan. Areal Hutan Mangrove Muara Angke (HMMA) Jakarta Utara yang tersisa di sekitar perumahan Pantai Indah Kapuk direncanakan oleh pihak BKSDA akan dijadikan kawasan wisata mangrove, sebagai salah satu upaya untuk mempertahankan kelestarian ekosistem hutan mangrove yang tersisa. Satu hal yang menarik, meskipun kondisi kawasan HMMA sekarang masih belum diadakan perbaikan- perbaikan yang serius untuk menuju kawasan wisata mangrove, kawasan HMMA cukup menarik minat masyarakat untuk dikunjungi sebagai alternatif tempat wisata termurah di daerah Jakarta Utara, karena setiap orang bisa
keluar masuk kawasan HMMA dengan mudahnya. Contingent Valuation Method (CVM) sebagai salah satu teknik untuk menilai
kualitas lingkungan dari segi manfaat, menggunakan pendekatan secara langsung yang pada dasarnya menanyakan kepada masyarakat berapa besarnya maksimum Willingness to Pay (WTP) untuk manfaat tambahan dan/atau berapa besarnya maksimum Willingness to Accept (WTA) sebagai kompensasi dari kerusakan barang lingkungan. Namun, dalam penelitian ini cara pendekatan yang digunakan adalah pendekatan WTP.
Berdasarkan kondisi kawasan HMMA tersebut, maka penelitian ini bertujuan
untuk: (1) Mengidentifikasi dan menganalisis nilai keberadaan dari ekosistem hutan mangrove dan aspek sosial ekonomi dari responden yang berada di Hutan Mangrove Muara Angke, Jakarta Utara, (2) Menganalis tingkat hubungan (asosiasi) antara frekuensi kunjungan, dan besarnya nilai WTP dengan variabel-variabel yang diduga mempengaruhi frekuensi kunjungan dan besarnya nilai WTP dari responden HMMA Jakarta Utara (3) Memformulasikan penilaian ekonomis mengenai besarnya nilai Willingness to Pay (WTP) masyarakat melalui pendekatan Contingent Valuation Methods (CVM) dengan analisis regresi logit terhadap perbaikan kualitas ekosistem HMMA Jakarta Utara. ...
