Pengaruh pelapisan lilin karnauba terhadap kualitas buah belimbing (Averrhoa carambola L.) pada penyimpangan suhuruang
Abstract
Penelitian bertujuan untuk mencari konsentrasi lilin karnauba yang optimum untuk memperpanjang masa simpan buah belimbing. Penelitian dilakukan di Laboratorium Pusat Studi Pemuliaan Tanaman, Departemen Budi Daya Pertanian, Fakultas Pertanian. Percobaan dilaksanakan dengan menggunakan Rancangan Acak Kelompok. Faktor yang digunakan adalah pelapisan lilin dengan empat taraf yaitu 0%, 3%, 6% dan 9%. Setiap perlakuan diulang tiga kali dimana ulangan berfungsi sebagai kelompok. Terdapat 12 satuan percobaan, dimana tiap satuan percobaan menggunakan 2 buah belimbing. Total buah belimbing yang dibutuhkan untuk setiap pengamatan sebanyak 24 buah belimbing.
Bahan yang digunakan dalam penelitian ini adalah buah belimbing Malaya. Bahan kimia yang digunakan, yaitu lilin karnauba, NaOH, indikator phenolphtalein. Buah belimbing yang digunakan dalam penelitian ini ialah buah yang dipanen pada umur 65 hari setelah pembungaan dengan warna saat panen ialah hijau kekuningan dengan bagian pinggir belimbingan berwarna hijau. Alat yang digunakan meliputi penetrometer, hand refraktometer, cosmotector, alat-alat tritrasi, pipet volumetrik, labu erlenmeyer, dan timbangan.
Pencucian buah dilakukan sebelum buah diberi perlakuan pelapisan lilin untuk membersihkan kotoran dan menurunkan panas lapang buah belimbing. Pelapisan lilin dilakukan dengan cara mencelupkan buah belimbing ke dalam emulsi lilin sampai seluruh permukaannya tertutupi oleh lilin.
Pengamatan pada buah belimbing dilakukan 4 hari sekali pada hari ke 0, 4, 8, 12, 16, 20 dan 24 hari setelah panen (HSP). Peubah yang diamati meliputi kelunakan buah, padatan terlarut total (PTT), susut bobot, total asam tertitrasi (TAT), laju respirasi, tingkat pencoklatan kulit, dan uji hedonik.
