Faktor Kunci Keberhasilan Startup Dalam Inkubasi Bisnis Di Inkubator Bisnis IPB University
Date
2023Author
Syifa, Iqlima Fairuz
Cahyadi, Eko Ruddy
Anggraeni, Elisa
Metadata
Show full item recordAbstract
Saat ini startup bukan lagi menjadi hal yang asing. Startup kian menjamur
dan menarik banyak perhatian baik dalam kalangan nasional maupun internasional. Dalam tingkat Asia Tenggara, Indonesia merupakan negara dengan jumlah startup terbanyak, sebagaimana menurut Startup Ranking tahun 2022 dengan jumlah sebanyak 2.345 startup yang tersebar di Indonesia. Sementara menurut Startup Rangking tahun 2022, secara internasional Indonesia menempati urutan kelima dengan startup terbanyak. Guna mendukung pertumbuhan startup di Indonesia,
pemerintah menginisiasi Gerakan Nasional 1000 Startup Digital, berupa pembinaan intensif dengan harapan mampu menciptakan 1000 startup dengan total valuasi bisnis senilai USD 10 miliar pada tahun 2020 disertai pondasi digital yang kuat.
Namun, mendirikan startup tidak cukup membawa keberhasilan. Fakta
bahwa startup lebih banyak gagal ketimbang berhasil, baik menurut versi nasional maupun internasional. Sebagaimana menurut Bureau of Labor Statistics (AS) tahun 2021, bahwa sebanyak 90% startup berakhir gagal dalam kurun waktu 10 tahun. Lainnya, berdasarkan data dari Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kemenkominfo) pada tahun 2022 di Indonesia terdapat 1.300 startup yang mengikuti program Gerakan Nasional 1000 Startup Digital. Namun, hanya 10 % yang sampai saat ini masih bertahan. Lainnya, menurut Masyarakat Industri Kreatif (MIKTI) 2021, bahwa perkembangan skala usaha startup baik mikro, kecil, menengah, dan besar secara nasional dari tahun 2016-2019 masih rendah.
Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis keberhasilan startup dalam
inkubasi bisnis di Inkubator Bisnis IPB University dan menganalisis faktor-faktor keberhasilan startup dan hubungan antar faktor dalam tahap inkubasi bisnis di Inkubator Bisnis IPB University. Penelitian ini menggunakan metode analisis perbandingan kuantitatif untukmemperkirakan keberhasilan startup dalam inkubasi bisnis dan Interpretive Structural Modeling (ISM) untuk menganalisis
faktor kunci keberhasilan startup dalam inkubasi bisnis di Inkubator Bisnis IPB University. Teknik pengambilan data yang digunakan adalah simple random sampling dan purposive sampling.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa program inkubasi dapat meningkatkan
penjualan, produksi, dan jumlah karyawan. Dalam hasil analisis Interpretive
Structural Modeling (ISM), faktor dependen meliputi pemilihan startup, proses komersialisasi, keunggulan produk, dan kapasitas implementasi. Faktor penghubung meliputi kapasitas inovatif, pemantauan, manajemen tim, sumber daya startup, budaya internal sartup, ekosistem inovasi, komunikasi, dan teknologi informasi. Dukungan teknis inkubator bisnis dan kepemimpinan founder startup adalah faktor independen. Kapasitas jaringan dan intelegensi bisnis adalah yang paling berpengaruh. Nowadays, startups are no longer a thing. Startups are mushrooming and
attracting much attention both nationally and internationally. At the Southeast Asian
level, Indonesia is the country with the highest number of startups, according to Startup
Ranking in 2022, with 2,345 startups spread across Indonesia. Meanwhile, according
to Startup Ranking in 2022, Indonesia ranks fifth with the most startups internationally.
To support the growth of startups in Indonesia, the government initiated the National
Movement of 1000 Digital Startups through intensive coaching with the hope of
creating 1000 startups with a total business valuation of USD 10 billion by 2020 with
a solid digital foundation.
However, more than establishing a startup is required to bring success. This is
evidenced by many startups that have yet to have time to develop but have to stop
running their operations. The fact is that startups fail more than they succeed, both
according to national and international versions. According to the Bureau of Labor
Statistics (US), in 2021, as many as 90% of startups fail within ten years. Based on data
from the Ministry of Communication and Information Technology (Kemenkominfo),
in 2022 in Indonesia, 1,300 startups participated in the National Movement of 1000
Digital Startups program. However, only 10% have survived to date. According to the
Creative Industry Society (MIKTI) 2021, the development of startup business scale
both micro, small, medium, and prominent nationally from 2016-2019 still needs to be
higher.
The study aims to estimate the success and critical success factors of startups at
the IPB University Business Incubator using quantitative comparative analysis and
Interpretive Structural Modeling (ISM). Random and purposive sampling methods will
be used for data collection.
The results show that the incubation program can increase sales, production, and
the number of employees. In the Interpretive Structural Modeling (ISM) analysis
results, dependent factors include startup selection, commercialization process, product
excellence, and implementation capacity. The connecting factors include innovative
capacity, monitoring, team management, startup resources, internal startup culture,
innovation ecosystem, communication, and information technology. Business
incubator technical support and startup founder leadership are independent factors.
Network capacity and business intelligence are the most influential.
Collections
- MT - Economic and Management [3203]
