View Item 
      •   IPB Repository
      • Dissertations and Theses
      • Undergraduate Theses
      • UT - Faculty of Agriculture
      • UT - Agronomy and Horticulture
      • View Item
      •   IPB Repository
      • Dissertations and Theses
      • Undergraduate Theses
      • UT - Faculty of Agriculture
      • UT - Agronomy and Horticulture
      • View Item
      JavaScript is disabled for your browser. Some features of this site may not work without it.

      Pengaruh kadar air awal, metode konservasi dan periode konservasi terhadap viabilitas benih cempaka kuning (Michelia champaca L.)

      Thumbnail
      View/Open
      Full Text (10.11Mb)
      Date
      2004
      Author
      Nurkartika, Rahayu
      Tatiek Kartika S.
      Djam'an, Dharmawati F.
      Metadata
      Show full item record
      Abstract
      Penelitian dilakukan untuk mengetahui pengaruh kadar air awal, metode konservasi dan periode konservasi terhadap viabilitas benih cempaka kuning Penelitian dilakukan dari bulan Juli sampai Oktober 2003 di laboratorium dan rumah kaca Balai Penelitian dan Pengembangan Teknologi Perbenihan Kehutanan, Ciheleut, Bogor. Bahan yang digunakan adalah benih cempaka kuning (Michelia champaca L.) yang dipilih dari buah yang belum merekah dengan salut benih (arilus) berwarna merah muda oranye dan kulit benih (testa) berwarna hitam, serbuk sabut kelapa siap pakai yang dilembabkan dengan aquades sebagai media simpan, serbuk fungisida Dithane M-45 untuk mencegah pertumbuhan cendawan pada benih, sealler plastic bag yang diberi lubang dengan jarum sebagai kemasan benih selama konservasi, label, pasir yang telah diayak dan disangrai selama 2 jam sebagai media tanam, serta bak pengecambah benih sebagai tempat penanaman benih. Metode penelitian disusun dengan Rancangan Acak Lengkap (RAL) 3 faktor. Faktor pertama adalah kadar air awal benih (A), terdiri dari 3 taraf yaitu 25% (A1), 21% (A2) dan 17% (A3). Kadar air 25, 21 dan 17% diperoleh dengan mengeringanginkan benih dalam kondisi ruang selama 20 menit, 3 jam dan 6 jam. Faktor kedua adalah metode konservasi (M), terdiri dari 2 taraf yaitu tanpa media simpan (M0) dan dengan media simpan (MI). Media simpan yang digunakan berupa serbuk sabut kelapa lembab. Faktor ketiga adalah periode konservasi (P), terdiri dari 5 taraf yaitu 0 hari (PO), 5 hari (P1), 10 hari (P2), 15 hari (P3) dan 20 hari (P4). Konservasi dilakukan dalam ruangan ber-AC dengan suhu sekitar 17- 23°C dan RH 56-61%. Data yang diperoleh diolah dengan menggunakan uji F dan dilanjutkan dengan Duncan's Multiple Range Test (DMRT) terhadap perlakuan yang berpengaruh. ...
      URI
      http://repository.ipb.ac.id/handle/123456789/133397
      Collections
      • UT - Agronomy and Horticulture [7622]

      Copyright © 2020 Library of IPB University
      All rights reserved
      Contact Us | Send Feedback
      Indonesia DSpace Group 
      IPB University Scientific Repository
      UIN Syarif Hidayatullah Institutional Repository
      Universitas Jember Digital Repository
        

       

      Browse

      All of IPB RepositoryCollectionsBy Issue DateAuthorsTitlesSubjectsThis CollectionBy Issue DateAuthorsTitlesSubjects

      My Account

      Login

      Application

      google store

      Copyright © 2020 Library of IPB University
      All rights reserved
      Contact Us | Send Feedback
      Indonesia DSpace Group 
      IPB University Scientific Repository
      UIN Syarif Hidayatullah Institutional Repository
      Universitas Jember Digital Repository