Uji ketahanan klon-klon tanaman kentang hasil fusi protoplas terhadap penyakit busuk lunak (Erwinia carotovora) secara in vitro
Abstract
Penelitian dilaksanakan untuk mengevaluasi klon-klon tanaman kentang yang dihasilkan dari proses fusi protoplas antara BF 15 x Solanum stenotomum dan BF 15 x Solanum phureja yang telah berhasil dilakukan pada penelitian sebelumnya. Aspek yang diuji adalah ketahanan klon-klon tanaman kentang tersebut terhadap penyakit busuk lunak yang disebabkan oleh bakteri Erwinia carotovora secara in vitro.
Rancangan percobaan disusun menurut rancangan acak lengkap (RAL) dengan dua faktor yaitu 18 klon tanaman kentang dan dua teknik inokulasi. Sebanyak 16 klon kentang hasil fusi protoplas (A5, A18, A18A, A18B4, A18C, A18D, A18E1, A18E7, AA4, D9E6, D18E6, D15J5, D20D, D21B, D25, dan D25A) ditambah dua kultivar pembanding yaitu Atlantik dan Granola diinokulasi dengan inokulum E. Corotovora pada kepekatan 0.5 x 10º sel/ml (OD 0.5) melalui teknik inokulasi gunting dan siram. Kemudian diinkubasi hingga waktu tertentu untuk mengamati periode inkubasi dan kejadian penyakit yang terjadi. Dari penelitian ini diharapkan dapat memberikan gambaran tingkat ketahanan yang dimiliki klon- klon hibrida somatik tersebut serta membandingkan efektifitas penggunaan dua teknik inokulasi yang digunakan.
Hasil penelitian menunjukkan terdapat variasi tingkat ketahanan yang dimiliki klon-klon tersebut meskipun dari 16 klon yang diuji tidak terdapat satu klon pun yang termasuk kategori tahan. Pada teknik inokulasi siram terdapat enam klon yang termasuk agak tahan yaitu A5, A18B4, AA4, D15J5, D21B, dan D25. Dua klon termasuk agak rentan yaitu A18D dan D9E6. Delapan klon sisanya termasuk rentan, yaitu A18, A18A, A18C, A18E1, A18E7, D18E6, D20D, dan D25A. Sedangkan dengan teknik inokulasi gunting satu klon termasuk agak tahan yaitu A18D, lima klon agak rentan yaitu A18E1, A18E7, D9E6, D15J5, dan D25. Sepuluh klon sisanya termasuk rentan yaitu A5, A18, A18A, A18B4, A18C, AA4, D18E6, D20D, D21B, dan D25A. ...
