View Item 
      •   IPB Repository
      • Dissertations and Theses
      • Undergraduate Theses
      • UT - Faculty of Agriculture
      • UT - Agronomy and Horticulture
      • View Item
      •   IPB Repository
      • Dissertations and Theses
      • Undergraduate Theses
      • UT - Faculty of Agriculture
      • UT - Agronomy and Horticulture
      • View Item
      JavaScript is disabled for your browser. Some features of this site may not work without it.

      Uji ketahanan klon-klon tanaman kentang putatif transgenik kultivar atlantik terhadap penyakit busuk lunak (Erwinia carotovora pv. carotovora) secara in vitro

      Thumbnail
      View/Open
      Full Text (8.840Mb)
      Date
      2004
      Author
      Astuti, Widiyanti
      Purwito, Agus
      Metadata
      Show full item record
      Abstract
      Penelitian ini bertujuan untuk menguji ketahanan klon-klon tanaman kentang putatif transgenik kultivar Atlantik terhadap penyakit busuk lunak yang disebabkan oleh Erwinia carotovora. Penelitian ini dilaksanakan di Laboratorium Bioteknologi Tanaman, Departemen Budidaya Pertanian, IPB pada bulan September 2003 sampai Desember 2003. Rancangan penelitian yang digunakan adalah Rancangan Acak kelompok. Faktor pertama adalah 17 jenis klon yaitu Atlantik, Granola, Atl H 1, Atl IH 5, Atl H 7, Atl H 8, Atl H9, Atl H 11, Atl H 12, Atl H 14, Atl H 16, Atl H 18, Atl H 19, Atl H 25, Atl H 28, Atl H 29 dan Atl H 31, Faktor kedua adalah dua metode. inokulasi yaitu gunting dan siram. Terdapat 34 kombinasi yang masing-masing diulang 15 kali. Kelompok berdasarkan waktu inokulasi. Sumber eksplan yang digunakan berasal dari stek batang kentang in vitro yang telah disisipi gen hordothionin. Eksplan ditanam dan ditumbuhkan di dalam media MS 0 selama empat minggu. Kemudian diinokulasikan dengan inokulum bakteri Erwinia carotovora dengan mencelupkan gunting lalu digunakan untuk menggunting pucuk dan menyiramkan larutan bakteri ke permukaan media. Hasil penelitian menunjukkan bahwa periode inkubasi memiliki nilai yang bervariasi yaitu antara 6.5 hari (Granola sebagai Kontrol) sampai 11.5 hari (Atl H 16). Kejadian penyakit tertinggi adalah 71.5% (Granola sebagai Kontrol) dan terendah 19.2% (Atl H 5). Tingkat ketahanan yang dilihat berdasarkan tabel tingkat ketahanan terhadap Ralstonia solanacearum menunjukkan satu klon yang tahan (Atl H 5), sembilan klon agak tahan (Atl H 25, Atl H 12, Atl H 29, Atl H 1, Atl H 7, All H 16, Atl H 9, Atl H 8 dan Atlantik), lima klon agak rentan (Al H 14, Atl H 28, Atl H 31. Atl H 11 dan Atl H 18) dan dua klon rentan (Atl H 19 dan Granola), Berdasarkan penelitian yang telah dilakukan dapat disimpulkan bahwa terdapat perbedaan tingkat ketahanan klon-klon tanaman kentang putatif transgenik. Metode inokulasi tercepat, efektif dan efisien adalah siram.
      URI
      http://repository.ipb.ac.id/handle/123456789/133344
      Collections
      • UT - Agronomy and Horticulture [7622]

      Copyright © 2020 Library of IPB University
      All rights reserved
      Contact Us | Send Feedback
      Indonesia DSpace Group 
      IPB University Scientific Repository
      UIN Syarif Hidayatullah Institutional Repository
      Universitas Jember Digital Repository
        

       

      Browse

      All of IPB RepositoryCollectionsBy Issue DateAuthorsTitlesSubjectsThis CollectionBy Issue DateAuthorsTitlesSubjects

      My Account

      Login

      Application

      google store

      Copyright © 2020 Library of IPB University
      All rights reserved
      Contact Us | Send Feedback
      Indonesia DSpace Group 
      IPB University Scientific Repository
      UIN Syarif Hidayatullah Institutional Repository
      Universitas Jember Digital Repository