View Item 
      •   IPB Repository
      • Dissertations and Theses
      • Undergraduate Theses
      • UT - Faculty of Agriculture
      • UT - Agronomy and Horticulture
      • View Item
      •   IPB Repository
      • Dissertations and Theses
      • Undergraduate Theses
      • UT - Faculty of Agriculture
      • UT - Agronomy and Horticulture
      • View Item
      JavaScript is disabled for your browser. Some features of this site may not work without it.

      Pengaruh agen antagonis terhadap penyakit hawar daun produksi tiga kultivar tomat (Lycopersicon esculentum mill.)

      Thumbnail
      View/Open
      Full Text (8.827Mb)
      Date
      2004
      Author
      Ahmad, Noor Fatma
      Harjadi, Sri Setyati
      Sinaga, Meity Suradji
      Metadata
      Show full item record
      Abstract
      Percobaan ini dilakukan untuk mengetahui keefektifan kombinasi agen antagonis Gliocladium fimbriatum dan Psudomonas flourescens dalam menekan intensitas serangan penyakit hawar daun dan produksi dua kultivar tomat (Arthaloka, Epoch) dan satu galur Mirah yang dilaksanakan di kebun milik petani Goalpara Sukabumi pada bulan Maret 2002 sampai Agustus 2002. Rancangan percobaan yang digunakan yaitu Split Blok dengan faktor utama yaitu kultivar terdiri atas kultivar Arthaloka (V1), Epoch (V2) dan galur Mirah (V3). Sub faktor perlakuan kedua yaitu agen pengendali terdiri atas tanpa pengendali (A0), kombinasi G. fimbriatum dan P. flourescens (A1), dan fungisida propineb dan mankozeb (A2). Semua perlakuan menggunakan 3 ulangan sehingga semuanya ada 27 satuan percobaan. Masing-masing satuan percobaan 64 tanaman, sehingga total populasi tanaman adalah 1 728 tanaman. Pupuk organik yang digunakan yaitu pupuk kandang, sedangkan pupuk kimia menggunakan 5 g urea/tanaman, 12 g SP-36/tanaman, 20 g KCl/tanaman, sebulan kemudian dipupuk lagi sebanyak 5 g/tanaman. Agen pengendali hayati yang diaplikasikan yaitu G. fimberatum diberikan bersamaan dengan pemberian pupuk kandang (1 MST) dosis yang diberikan yaitu 25 g/tanaman dan P. flourescens yang diberikan kedaun dengan volume semprot 15 ml/tanaman dengan konsentrasi 10°cfu/m diiberikan 4 MST. Pengendali kimiawi sebagai pembanding diberikan tiap minggu (mulai 2 MST) dengan konsentrasi 2 g/liter. Peubah yang diamati adalah peubah vegetatif yang meliputi: tinggi tanaman, jumlah daun; peubah generatif meliputi: bobot panen perpanen/tanaman dan bobot panen total/tanaman. Tingkat serangan penyakit hawar daun P. infestans dan A. solani yang diamati adalah kejadian penyakit (disease insidence) dan keparahan penyakit (disease severity). ...
      URI
      http://repository.ipb.ac.id/handle/123456789/133267
      Collections
      • UT - Agronomy and Horticulture [7622]

      Copyright © 2020 Library of IPB University
      All rights reserved
      Contact Us | Send Feedback
      Indonesia DSpace Group 
      IPB University Scientific Repository
      UIN Syarif Hidayatullah Institutional Repository
      Universitas Jember Digital Repository
        

       

      Browse

      All of IPB RepositoryCollectionsBy Issue DateAuthorsTitlesSubjectsThis CollectionBy Issue DateAuthorsTitlesSubjects

      My Account

      Login

      Application

      google store

      Copyright © 2020 Library of IPB University
      All rights reserved
      Contact Us | Send Feedback
      Indonesia DSpace Group 
      IPB University Scientific Repository
      UIN Syarif Hidayatullah Institutional Repository
      Universitas Jember Digital Repository