Respon cendawan tanah terhadap herbisida glifosat
View/ Open
Date
2002Author
Marinda, Sri Mellia
Listiyowati, Sri
Tjitrosemito, Soekisman
Metadata
Show full item recordAbstract
Glifosat (N-(fosfonometil)glisina) merupakan herbisida post emergent, berspektrum luas dan non selektif. Walaupun diaplikasikan secara post emergent, molekul glifosat mencapai tanah juga dan secara kuat akan diikat oleh partikel-partikel tanah. Residu glifosat yang terdapat di dalam tanah akan menyebabkan dampak terhadap keadaan tanah termasuk mikroorganisme tanah. Penelitian ini bertujuan untuk memperoleh cendawan tanah yang mampu tumbuh cepat pada media dengan glifosat konsentrasi tinggi dan mengamati pertumbuhannya pada berbagai konsentrasi glifosat.
Sebanyak 72 isolat berhasil diisolasi dari tanah Biotrop (Bogor) dan Sukabumi yang telah disemprot glifosat 1445 gram dalam 404 liter larutan per hektar tanah (disemprot pada konsentrasi 3,577 mg/ml atau konsentrasi lapang) menggunakan media kecambah kacang hijau. Lima isolat dari 72 isolat mampu tumbuh cepat (lebih dari setengah diameter cawan petri selama 5 hari) pada glifosat 8 x konsentrasi lapang. Kelima isolat tersebut diidentifikasi sebagai Trichoderma koningii B5.1, Trichoderma sp. B9.5, anggota Mucorales isolat B21.1, Aspergillus flavus S7.2, dan Trichoderma harzianum S10.1. Pertumbuhan semua cendawan terpilih kecuali Trichoderma harzianum S10.1 meningkat seiring peningkatan konsentrasi glifosat sampai 2 x konsentrasi lapang, bahkan sampai 4 x konsentrasi lapang pada anggota Mucorales isolat B21.1. Pertumbuhan Trichoderma harzianum S10.1 menurun seiring peningkatan konsentrasi glifosat. Pertumbuhan semua cendawan terpilih terhambat pada glifosat 8 x konsentrasi lapang.
Collections
- UT - Biology [2401]
