Analisis pendapatan usaha peternakan ayam ras pedaging plasma dan mandiri di Desa Purasari, Kecamatan Leuwiliang, Kabupaten Bogor
View/ Open
Date
2005Author
Syafrudin, Endin
Mulatsih, Sri
Ulupi, Niken
Metadata
Show full item recordAbstract
Pembangunan peternakan merupakan bagian penting pembangunan pertanian yang memberikan kontribusi sangat besar dalam perekonomian Indonesia. Dalam pengelolaan usaha peternakan ayam ras pedaging perlu diperhatikan perencanaan yang matang dan manajemen yang baik, karena ayam ras pedaging mudah terserang penyakit dan fluktuasi harga baik di tingkat output maupun sarana produksi cukup besar. Oleh karena itu, peternak harus berupaya mengefisienkan penggunaan faktor produksi agar dapat memperoleh keuntungan. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui aspek teknis dan besarnya biaya produksi yang dikeluarkan dan pendapatan yang diterima oleh peternak plasma maupun mandiri pada kondisi yang dijumpai. Penelitian ini didesain sebagai studi kasus terhadap peternak yang dipilih secara sensus. Lokasi penelitian dipilih secara sengaja (purposive). Penelitian ini dilakukan pada peternak plasma dan mandiri di Desa Purasari, Kecamatan Leuwiliang, Kabupaten Bogor pada bulan Agustus sampai September tahun 2004. Jumlah sampel ada 11 peternak plasma dan 11 peternak mandiri masing-masing
dengan 24 dan 22 periode pemeliharaan. Analisis yang digunakan yaitu analisis deskriptif dan analisis pendapatan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pada umur panen 5 minggu dengan skala usaha 5.000 ekor pada peternak plasma dan peternak mandiri dicapai masing-masing mortalitas tertinggi yaitu 14,45% dan 10,70%, konversi pakan tertinggi yaitu 1,90 dan 1,98, berat badan akhir tertinggi 1,80 kg/ekor dan 1,76 kg/ekor, dan indeks produksi terendah yaitu 188,79 dan 195,64. Pendapatan per kilogram berat badan akhir yang diterima peternak plasma dan mandiri dicapai nilai tertinggi pada umur panen 5 minggu dengan skala usaha 2.000 ekor, mortalitas kurang dari 5,00 %, konversi pakan kurang dari 1,70, berat badan akhir kurang dari 1,60 kg/ekor dan indeks produksi lebih dari 250.
Collections
- UT - Agribusiness [4776]
