Keterlibatan wanita dalam usaha pemotongan ayam tradisional di Kelurahan Ledok Kulon Bojonegoro
View/ Open
Date
2005Author
Sugiarti, Herly
Pulungan, Ismail
Aleh, Amiruddin
Metadata
Show full item recordAbstract
Pemerintah Indonesia memasukan kebijaksanaan wanita dalam GBHN yang populer dengan kebijakan "peran ganda wanita." Kebijakan ini berdasarkan asumsi bahwa selama ini kaum wanita, "hanya" berperan sebagai istri dan ibu, dianggap tidak mempunyai peranan atau tidak memberikan kontribusi apapun dalam pembangunan. Wanita yang dianggap sebagai beban harus diubah menjadi aset. Oleh karena itu, kaum wanita didorong untuk berpartisipasi aktif di sektor publik dengan tetap menjalankan fungsinya sebagai istri dan ibu.
Keberadaan Usaha Pemotongan Ayam (UPA) tradisional sangat penting dalam menyediakan daging segar yang dibutuhkan oleh masyarakat karena 80 persen konsumsi daging segar berasal dari UPA tradisional ini, selebihnya berasal dari UPA modern. Usaha Pemotongan Ayam tradisional merupakan salah satu usaha yang memiliki kontribusi cukup besar, baik untuk peningkatan pendapatan pemilik usaha maupun memperluas dan membuka kesempatan kerja khususnya bagi kaum wanita di Kelurahan Ledok Kulon Kabupaten Bojonegoro.
Collections
- UT - Agribusiness [4776]
