Pemilihan metode ekstraksi fosforus tanah inseptisols dan ultisols, untuk tanaman kedelai
View/ Open
Date
2003Author
Widayati, Rieska Dwi
Kemala, Tetty
Nursyamsi, Dedi
Metadata
Show full item recordAbstract
Penentuan kebutuhan pupuk suatu tanaman dilakukan dengan memperhatikan status hara di dalam tanah. Pemilihan metode ekstraksi merupakan tahapan penelitian uji tanah untuk menilai status hara di dalam tanah.
Penelitian ini dilakukan dengan cara mengkorelasikan antara konsentrasi hara fosforus yang dapat diekstraksi oleh suatu metode pengekstraksi tertentu dengan jumlah hara fosforus yang diserap oleh tanaman dari percobaan di rumah kaca. Percobaan dimulai dengan pembuatan status tanah: SR (sangat rendah), R (rendah), S (sedang). T (tinggi), dan ST (sangat tinggi). Tanah dianalisis dengan menggunakan metode pengekstraksi Mechlich, Truogh, HCI 25%, Bray I, Bray II, Olsen, dan Colwell. Selanjutnya tanah diberi perlakuan pemupukan P (0, 10, 20, 40, dan 80 kg P/ha) dan diamati pertumbuhan tanaman selama 1, 2, 3, 4 dan 5 MST (minggu setelah tanam). Jumlah hara fosforus yang diserap oleh tanaman diperhitungkan melalui persen hasil, selisih hasil, dan P-total tanaman.
Analisis tanah menggunakan pengekstraksi tertentu menunjukkan bahwa pengekstraksi HCI 25% paling besar dalam mengekstraksi fosforus pada tanah Inseptisols dan Ultisols. Pengekstraksi Olsen dan Bray II terpilih sebagai pengekstraksi terbaik dan nyata pada tanah Inseptisols. Pengekstraksi HCI 25% dan Truogh terpilih sebagai pengekstraksi terbaik dan nyata pada tanah Ultisols.
Collections
- UT - Chemistry [2296]
