View Item 
      •   IPB Repository
      • Dissertations and Theses
      • Undergraduate Theses
      • UT - Faculty of Mathematics and Natural Sciences
      • UT - Chemistry
      • View Item
      •   IPB Repository
      • Dissertations and Theses
      • Undergraduate Theses
      • UT - Faculty of Mathematics and Natural Sciences
      • UT - Chemistry
      • View Item
      JavaScript is disabled for your browser. Some features of this site may not work without it.

      Toksisitas logam tembaga terhadap bakteri pelarut fosfat

      Thumbnail
      View/Open
      Fulltext (12.97Mb)
      Date
      2003
      Author
      Susandi
      Kemala, Tetty
      Sudiana, I Made
      Metadata
      Show full item record
      Abstract
      Fosforus merupakan unsur makro yang sangat diperlukan oleh tumbuhan. Fosforus yang tersedia di tanah umumnya berupa senyawa fosfat organik yang tidak dapat diserap langsung oleh akar tanaman. Keberadaan mikroorganisme tanah, seperti bakteri, mempunyai peranan penting dalam proses penyediaan unsur fosforus. Bakteri dapat menguraikan senyawa fosfat organik menjadi fosfat yang dapat diserap tanaman melalui reaksi enzimatik. Penambangan logam tembaga yang dilakukan oleh PT. Freeport di Papua dapat menghasilkan tailing sekitar 2000 ton perhari. Tailing tersebut terdiri dari bubuk batu gunung, limbah penambangan emas, perak, dan tembaga. Tailing ini miskin akan karbon, nitrogen, fosforus serta kalium, tetapi kaya akan logam berat, seperti tembaga, besi, dan mangan. Dari tanah sisa penambangan tersebut didapatkan dua jenis bakteri yang dapat melarutkan fosfat, yaitu Pseudomonas cepacia (FP1) dan Pseudomonas puttida (FP2). Kedua jenis bakteri ini berbentuk batang dan merupakan bakteri gram negatif. Uji toksisitas dilakukan dengan cara mengukur pertumbuhan bakteri pada media cair yang mengandung tembaga pada konsentrasi tertentu. Hasil uji toksisitas menunjukkan bakteri FP1 lebih resisten daripada bakteri FP2. Bakteri FP1 dapat tumbuh pada konsentrasi Cu 50 ppm sedangkan bakteri FP2 dapat tumbuh pada konsentrasi Cu 20 ppm. Bakteri FP2 tidak dapat tumbuh pada konsentrasi Cu 30 ppm atau lebih. Pertumbuhan bakteri akan mempengaruhi aktivitas enzim fosfomonoesterase yang dihasilkan oleh bakteri. Kadar logam Cu 20 ppm dapat meningkatkan aktivitas enzim fosfomonoesterase yang dihasilkan oleh bakteri FP1. Enzim yang dihasilkan merupakan enzim fosfomonoesterase asam (bekerja pada pH asam). Aktivitas enzim akan mempengaruhi jumlah fosfat bebas. Semakin tinggi aktivitas enzim, maka akan semakin rendah kadar fosfat bebas.
      URI
      http://repository.ipb.ac.id/handle/123456789/132841
      Collections
      • UT - Chemistry [2296]

      Copyright © 2020 Library of IPB University
      All rights reserved
      Contact Us | Send Feedback
      Indonesia DSpace Group 
      IPB University Scientific Repository
      UIN Syarif Hidayatullah Institutional Repository
      Universitas Jember Digital Repository
        

       

      Browse

      All of IPB RepositoryCollectionsBy Issue DateAuthorsTitlesSubjectsThis CollectionBy Issue DateAuthorsTitlesSubjects

      My Account

      Login

      Application

      google store

      Copyright © 2020 Library of IPB University
      All rights reserved
      Contact Us | Send Feedback
      Indonesia DSpace Group 
      IPB University Scientific Repository
      UIN Syarif Hidayatullah Institutional Repository
      Universitas Jember Digital Repository